Turki Gelar Debat Calon Pemimpin Istanbul, Perdana Sejak 2002

CNN Indonesia | Senin, 17/06/2019 08:25 WIB
Turki Gelar Debat Calon Pemimpin Istanbul, Perdana Sejak 2002 Foto: Reuters/Murad Sezer)
Jakarta, CNN Indonesia -- Turki menggelar debat calon wali kota Istanbul yang disiarkan di televisi nasional pada Minggu (16/6), pertama kalinya sejak Presiden Recep Tayyip Erdogan merebut kuasa pada 2002.

Dalam debat tersebut, kandidat dari Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) sekaligus loyalis Erdogan, Binali Yildirim, berhadapan langsung dengan rivalnya dari Partai Rakyat Republik (CHP), Ekrem Imamoglu.
Imamoglu sebenarnya sudah menaklukkan Yildirim dengan selisih 13 ribu suara dalam pemilu lokal pada 31 Maret lalu. Kemenangan ini merupakan pukulan besar bagi AKP yang sudah menguasai Istanbul sejak 1994.

Namun, badan penyelenggara pemilu Turki memerintahkan pemilu ulang karena AKP menuding ada kecurangan dan kejanggalan dalam proses pemungutan suara.


Dalam debat tersebut, Yildirim pun mengatakan bahwa ada banyak "suara dicuri" dari kubunya. Namun, Imamoglu menyatakan bahwa ia adalah "wali kota terpilih."

"Ada pertarungan demokratis untuk hak 16 juta warga yang saat ini dirampas," ucap Imamoglu sebagaimana dikutip AFP.
Yildirim kemudian membalas dengan membanggakan kinerjanya sebagai mantan menteri transportasi dan perdana menteri.

Ia lantas membeberkan keberhasilannya dalam membangun terowongan kereta yang menghubungkan dua sisi Bosphorus dalam satu proyek sejak Oktober 2013 lalu.

Namun, Imamoglu mengatakan bahwa AKP bisa saja mengumbar janji kepada para pemilih. Namun, rakyat sudah mengetahui kinerja AKP dilihat dari 25 tahun kekuasaan mereka sehingga Yildirim "tak memiliki hak."

[Gambas:Video CNN]

Adu gagasan ini berlangsung selama hampir tiga jam dan disiarkan langsung di sejumlah stasiun televisi besar.

Debat semacam ini terakhir kali diselenggarakan pada Oktober 2002, ketika Erdogan berhadapan dengan pemimpin CHP, Deniz Baykal, sebelum pemilu sebulan kemudian.

Sebelumnya, Erdogan sendiri mengatakan bahwa pemilu ulang ini berdampak kecil karena ia yakin AKP sudah menguasai 25 dari 39 distrik di Istanbul.

"Pemilu ini hanya untuk wali kota. Pemilu ini hanya bagai belanja mata untuk media," katanya. (has/has)