Turki Yakini Sistem Rudal Rusia S-400 Tiba pada Juli 2019

Tim, CNN Indonesia | Senin, 17/06/2019 04:20 WIB
Turki Yakini Sistem Rudal Rusia S-400 Tiba pada Juli 2019 Recep Tayyip Erdogan disebut percaya diri pihaknya akan segera mendapatkan sistem pertahanan rudal S-400 dalam waktu dekat. (Darren Whiteside)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memastikan sistem pertahanan rudal S-400 dari Rusia akan mulai dikirim ke Turki mulai bulan depan. Ia optimistis sistem pertahanan itu akan tiba pada awal semester II.

"Saya percaya (S-400) akan mulai tiba pada paruh pertama pertama Juli. Ada kolega yang bertanggung jawab atas jadwal tersebut terus mengikuti perkembangan," kata Erdogan, seperti dikutip AFP, Minggu (16/6).

Diketahui, kesepakatan antara Ankara dan Moskow membuat hubungan politik Turki dan Amerika Serikat (AS) semakin tegas. Ankara dalam hal ini merupakan ibu kota Turki, dan Moskow sebagai ibu kota Rusia.


Menteri Pertahanan AS Patrick Shanahan bahkan telah mengirim surat ke pemerintahan Turki awal bulan ini terkait pemesanan S-400. AS memperingatkan agar Turki meninggalkan sistem S-400 paling lambat 31 Juli 2019 mendatang.


Jika tidak, AS mengancam pilot Turki yang sedang berlatih pada program jet tempur seri F-35 akan didepak dari AS.

Turki berencana untuk membeli pesawat jet tempur seri F-35 dengan harga US$100. Sementara itu, sejumlah produsen telah membuat suku cadang dan peralatan untuk pesawat perang di Turki.

Dalam hal ini, pejabat Ankara belum menjawab surat dari Shanahan terkait permintaan agar Turki tak lagi membeli S-400. Namun, Erdogan memastikan pihaknya akan membalas dalam waktu dekat.

"Dalam waktu singkat, mungkin sekitar minggu ini, surat sebagai tanggapan akan dikirim," tegasnya.


Disebutkan, ada kemungkinan Turki tak mengubah kesepakatan dengan Moskow. Sebelumnya, konglomerat asal Rusia Rostec mengatakan sempat tercetus rencana untuk mulai mengirimkan S-400 dalam dua bulan.

Washington sendiri telah mendesak Ankara untuk membeli rudal asal AS dan memperingatkan Turki untuk menghadapi hukuman di bawah Countering America's Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA).

Undang-Undang (UU) melarang berbisnis dengan Rusia di sektor pertahanan. Namun, Ankara menegaskan sedang mempersiapkan sanksi untuk AS.

[Gambas:Video CNN] (aud/rea)