Paus Fransiskus Harap Insiden Tanker Tak Picu Konflik Baru

CNN Indonesia | Senin, 17/06/2019 16:06 WIB
Paus Fransiskus Harap Insiden Tanker Tak Picu Konflik Baru Pemimpin Tahta Suci Vatikan, Paus Fransiskus. (REUTERS/Mike Segar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemimpin Tahta Suci Vatikan, Paus Fransiskus, dalam misa Minggu (16/6) kemarin meminta semua pihak menahan diri dan menurunkan ketegangan di Timur Tengah. Imbauan itu dia sampaikan menyusul serangan terhadap dua kapal tanker yang terjadi pada pekan lalu di Teluk Oman yang dikhawatirkan menyulut konflik baru di kawasan itu.

"Saya mengundang seluruh pihak untuk menggunakan seluruh perangkat diplomasi untuk mencari jalan keluar dari permasalahan dan konflik yang rumit di Timur Tengah," kata Paus Fransiskus di sela-sela kunjungannya ke Italia, seperti dilansir Reuters, Senin (17/6).
"Saya ingin mengetuk hati masyarakat dunia yang mencoba mengupayakan dialog dan perdamaian," ujar Paus Fransiskus.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo, menyatakan mempertimbangkan mengerahkan kekuatan militer terkait serangan terhadap kapal tanker di Teluk Oman. AS dan sekutunya, Arab Saudi, menuduh Iran ada di balik peristiwa itu.


"Tentu saja (opsi militer). AS sedang mempertimbangkan berbagai opsi. Kami telah memberi pengarahan kepada presiden beberapa kali, kami akan terus memberi informasi kepadanya. Kami yakin bahwa kami dapat mengambil serangkaian tindakan pencegahan yang merupakan misi kami," kata Pompeo, seperti dilansir CNN.
Akan tetapi, Pompeo menyatakan Presiden Donald Trump menolak terjadi perang di antara kedua negara.

"Presiden akan mempertimbangkan semua yang perlu kita lakukan untuk memastikan, bukan? Tapi apa yang presiden katakan? Kami tidak ingin Iran mendapatkan senjata nuklir. Presiden Trump telah mengatakan dengan jelas, ia tidak ingin berperang," tambah Pompeo.

Ia menegaskan, "Presiden Trump telah melakukan semua yang ia bisa guna menghindari peperangan. Kami tidak ingin ada perang. Kami sudah melakukan yang kami bisa untuk mencegahnya. Rakyat Iran harus mengerti dengan jelas bahwa kami akan terus mengambil langkah yang mencegah Iran terlibat dalam perilaku semacam ini."

Pemerintah Iran juga menolak tuduhan AS dan sekutunya, Arab Saudi, terkait insiden serangan terhadap kapal tanker milik Norwegia dan Jepang. Mereka balik menuduh AS yang melakukan sabotase terhadap kedua tanker itu dan menjadikan Iran sebagai kambing hitam.

[Gambas:Video CNN]

Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, turut menyalahkan Iran atas insiden penyerangan kapal tersebut. Dirinya juga mengimbau komunitas internasional untuk bersikap tegas terhadap rezim Iran yang diduga mendukung terorisme. (ayp/ayp)