Mursi Meninggal, Sempat Pingsan di Sidang Kasus Spionase

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 18/06/2019 01:56 WIB
Mursi Meninggal, Sempat Pingsan di Sidang Kasus Spionase Mantan Presiden Mesir Mohammed Mursi. (REUTERS/Amr Abdallah Dalsh)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Presiden Mesir Mohammed Mursi meninggal dunia pada usia 67 tahun, Senin (17/6). Dia meninggal setelah pingsan di Pengadilan Kairo saat persidangan terkait kasus tuduhan spionase.

Jaksa penuntut umum mengatakan Mursi jatuh di dalam kurungan terdakwa di ruang sidang tak lama setelah berbicara. Dia kemudian dinyatakan meninggal di rumah sakit pada pukul 4.50 sore waktu setempat. Reuters mengabarkan bahwa otopsi menunjukkan tidak ada tanda-tanda cedera di tubuh Mursi.

Sumber peradilan dan keamanan yang dikutip AFP mengatakan, Mursi bersemangat selama sidang kasus spionase dimana dia dituduh bekerja sama dengan kelompok-kelompok militan dan kekuatan asing yang merugikan.


"Pengadilan mengabulkan permintaannya untuk berbicara selama lima menit ... Dia jatuh ke tanah di dalam kurungan ... dan segera dibawa ke rumah sakit. Sebuah laporan medis menemukan ... tidak ada denyut nadi atau pernapasan," kata kantor Jaksa Agung dalam sebuah pernyataan.

"Dia tiba di rumah sakit tepat pukul 4.50 sore dan tidak ada luka baru yang terlihat di tubuhnya."


Keadaan Darurat

Sumber keamanan mengatakan Kementerian Dalam Negeri telah mengumumkan keadaan siaga, terutama di provinsi asal Mursi yakni di Sharqiya di Delta Nil, di mana jenazah itu diperkirakan akan dimakamkan.

Jenazahnya dibawa ke rumah sakit penjara Tora, berdasarkan laporan televisi pemerintah.

Pengacaranya mengatakan kesehatan Mursi terbilang buruk saat di penjara. "Kami telah mengajukan beberapa permintaan perawatan, beberapa diterima dan yang lainnya tidak," kata pengacara itu, Abdel-Menem Abdel-Maqsood, kepada Reuters.


Mursi menjalani hukuman penjara 20 tahun terkait hukuman yang timbul dari pembunuhan demonstran selama aksi protes pada 2012, dan hukuman seumur hidup karena spionase dalam kasus yang berkaitan dengan negara Teluk Qatar. Mursi telah membantah tuduhan itu.

Mursi adalah tokoh penting dalam Ikhwanul Muslimin yang kini dilarang. Dia dipenjara sejak digulingkan oleh militer pada 2013 setelah hampir setahun berkuasa, menyusul protes massa terhadap pemerintahannya.

Setelah puluhan tahun penindasan di bawah otokrat Mesir, Ikhwanul Muslimin memenangkan pemilihan parlemen setelah pemberontakan rakyat menggulingkan Mubarak dan pemerintahannya yang didukung militer pada 2011.

Mursi berkuasa pada 2012 dalam pemilihan presiden bebas pertama di Mesir. Kemenangannya menandai perpecahan radikal dengan orang-orang militer yang telah menyiapkan setiap pemimpin Mesir sejak penggulingan monarki pada 1952.

Mursi menjanjikan agenda Islamis moderat untuk mengarahkan Mesir ke era demokrasi baru di mana otokrasi akan digantikan oleh pemerintah transparan yang menghormati hak asasi manusia dan menghidupkan kembali kekayaan negara Arab yang kuat lama menurun.

Pria kelahiran 1951 itu mengatakan kepada orang-orang Mesir bahwa dia akan memberikan "kebangkitan kembali Mesir dengan landasan Islam". Namun kekuasaan Mursi dalam memerintah Mesir tak bertahan lama.


[Gambas:Video CNN] (pmg/pmg)