WN Selandia Baru Sebar Rekaman Teror Divonis Penjara 21 Bulan

CNN Indonesia | Selasa, 18/06/2019 19:10 WIB
WN Selandia Baru Sebar Rekaman Teror Divonis Penjara 21 Bulan Ilustrasi pengadilan. (Istockphoto/Wavebreakmedia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengadilan Selandia Baru menjatuhkan hukuman penjara selama 21 bulan kepada seorang warga, Philip Arps (44), pada Selasa (18/6). Lelaki itu terbukti menyebarkan rekaman video teror penembakan di dua masjid di Christchurch yang menewaskan sekitar 51 umat Muslim.

Seperti dilansir AFP, Arps mengaku bersalah atas dua tuduhan menyebarkan rekaman teror penembakan itu. Pengadilan Distrik Christchurch menyatakan Arps telah menyebarkan rekaman mentah kepada sekitar 30 orang.
Hakim menyatakan Arps memiliki video yang sudah ditambahkan garis bidik (crosshair) disertai hitungan jumlah korban yang meninggal.

"Ini pada dasarnya merupakan kejahatan rasial terhadap komunitas Muslim," ujar Hakim Stephen O'Driscoll saat membacakan amar putusan.


Menurutnya, tindakan Arps sangat kejam karena membagikan video teror beberapa hari setelah serangan berlangsung. Saat itu keluarga para korban masih menunggu kabar terkait sanak saudara mereka yang menjadi korban penembakan.

Dalam amar putusannya, O'Driscoll juga menyatakan Arps mengaku gembira dengan kematian umat Muslim di Christchurch. Sementara, hukuman penjara dirasa paling tepat bagi tindakan Arps tersebut.
Arps yang mengakui dirinya sebagai kelompok supremasi kulit putih sempat dihukum pada 2016 lalu karena meninggalkan sebuah kepala babi di masjid Al Noor, salah satu masjid target penembakan.

Kepala Sensor Selandia Baru, David Shanks, juga menyebut rekaman video penembakan itu sebagai konten yang tak pantas. Oleh karena itu, penyebaran video dianggap sebagai aksi kejahatan dan pelakunya terancam 14 tahun penjara.

Shanks juga melarang publikasi video pengakuan pelaku penembakan sebelum melancarkan aksinya karena dapat memicu aksi pembunuhan sejenis serta terorisme lainnya.

Arps ditangkap di Christchurch empat hari setelah pelaku teror, Brenton Harrison Tarrant, menyerang dua masjid di kota itu menjelang salat Jumat.

[Gambas:Video CNN]

Sementara Tarrant mengaku tidak bersalah atas dakwaan terorisme, 51 tuduhan pembunuhan, serta 40 percobaan pembunuhan. (ajw/ayp)