Parlemen Inggris Gelar Voting Putaran Kedua Kandidat PM

CNN Indonesia | Selasa, 18/06/2019 20:20 WIB
Parlemen Inggris Gelar Voting Putaran Kedua Kandidat PM Ilustrasi suasana Parlemen Inggris. (Reuters TV via Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Enam kandidat perdana menteri Inggris dari Partai Konservatif hari ini, Selasa (18/6), akan kembali memperebutkan suara dalam pemilihan kedua. Dalam penyisihan ini, mereka yang tidak berhasil meraih 33 suara langsung gugur dari bursa pemilihan.

Seperti dilansir AFP, Selasa (18/6), ada enam kandidat yang akan bersaing dalam pemilihan putaran kedua. Mereka adalah Boris Johnson, Jeremy Hunt, Michael Gove, Dominic Raab, Sajid Javid, dan Rory Stewart.
Enam kandidat itu akan memperebutkan suara dari 313 anggota parlemen. Tahap ini akan berlanjut pada Rabu dan Kamis.

Khusus pada Kamis mendatang anggota parlemen akan menggelar dua kali voting. Setelah itu pada kandidat yang lolos akan melakukan debat kandidat yang disiarkan oleh BBC pada Sabtu mendatang.


Nantinya dari hasil pemungutan suara pada hari ini hingga Kamis akan mengerucut menjadi hanya dua kandidat yang melaju ke tahap akhir.

Keduanya bakal memperebutkan suara dari 160 ribu anggota Partai Konservatif untuk terpilih menjadi pengganti Theresa May. Tahap ini akan dimulai pada 22 Juli mendatang.

Setelah menjabat, PM terpilih harus langsung berhadapan dengan proses negosiasi Inggris keluar dari Uni Eropa atau Brexit yang harus rampung pada 31 Oktober mendatang.
Pada pemilihan pekan lalu, Johnson menjadi yang teratas dengan perolehan 114 suara, lebih dari dua kali jumlah yang didapat pesaing terdekatnya.

Sedangkan posisi kedua ditempati Hunt yang merupakan Menteri Luar Negeri (43), kemudian Menteri Lingkungan Michael Gove (37) Dominic Raab (27), Menteri Dalam Negeri Sajid Javid (23), dan Sekretaris Perkembangan Dunia Rory Stewart (19).

Setiap kandidat masih mengusung aspirasi masing-masing. Johnson menyatakan pengunduran diri Inggris dari Uni Eropar (Brexit) akan tetap terjadi sesuai tanggal yang sudah ditetapkan, meski dengan atau tanpa kesepakatan.

Aspirasi Raab juga mirip-mirip dengan Johnson, yakni Brexit tetap terjadi pada Oktober mendatang.

[Gambas:Video CNN]

Sedangkan Gove menyatakan Brexit bisa terjadi hanya dengan restu parlemen. Sementara itu, Javid menyatakan tidak setuju dengan Brexit dan menginginkan Inggris tetap berada dalam Uni Eropa. (ayp/ayp)