Polisi Inggris Usut Lima Remaja Penganiaya Pasangan Lesbian

AFP, CNN Indonesia | Minggu, 09/06/2019 07:32 WIB
Polisi Inggris Usut Lima Remaja Penganiaya Pasangan Lesbian Ilustrasi. (Istockphoto/lolostock)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi Inggris pada Sabtu (8/6) membebaskan dengan jaminan lima remaja yang ditangkap setelah melakukan serangan homofobia pada pasangan lesbian yang menolak untuk berciuman di depan gengnya dalam bus malam di utara London.

Melania Geymonat (28) mengatakan dia dan pacarnya, Chris, dirampok dan dipukuli hingga berlumuran darah dalam insiden yang terjadi pekan lalu.

Polisi Metropolitan London pada Jumat (7/6) menangkap empat remaja berusia antara 15 dan 18 tahun karena dicurigai terlibat dalam kejadian yang disebut perwira senior sebagai "serangan menjijikkan".



Petugas kemudian menahan seorang lelaki berusia 16 tahun pada Sabtu karena dicurigai melakukan perampokan.

"Lima orang yang ditangkap telah dijaminkan hingga awal Juli," kata Met dalam sebuah pernyataan.

"Petugas saat ini tidak mencari pihak lain sehubungan dengan insiden itu."

[Gambas:Instagram]

Geymonat mengatakan kepada BBC pada Jumat bahwa geng mengepung pasangan yang duduk di dek atas bus.

"Mereka mulai mengatakan hal-hal yang sangat agresif, hal-hal tentang posisi seksual, lesbian dan meminta kami berciuman di depan mereka," katanya.

"Mereka mulai melempar koin. Hal berikutnya yang saya tahu Chris berada di tengah bus dan mereka memukulinya.

"Saya berusaha menyelamatkan Chris dan mereka mulai memukuli saya. Saya mengalami pendarahan."


Polisi mengatakan insiden itu terjadi pada dini hari 30 Mei 2019 setelah kedua wanita naik bus dari utara London menuju Camden.

Para wanita itu ditinju beberapa kali sebelum para pria lari dari bus setelah juga mencuri telepon dan tas, Met menambahkan.

Kedua wanita dibawa ke rumah sakit untuk perawatan luka-luka di wajah.

"Ini adalah serangan yang menjijikkan pada dua wanita," kata Detektif Superintenden Andy Cox.

"Rekaman CCTV dari serangan sedang ditinjau oleh para detektif.

"Kami terus meminta informasi dari publik," tambahnya.

Geymonat berasal dari Uruguay sementara surat kabar Inggris melaporkan bahwa pacarnya berasal dari Amerika Serikat.

Dia mengatakan kepada BBC bahwa sebelumnya mengalami "banyak kekerasan verbal" tetapi tidak pernah diserang karena seksualitasnya.

"Saya sangat dan masih marah," katanya.

"Itu menakutkan, tapi ini bukan situasi yang baru."

Perdana Menteri Inggris Theresa May pada hari Jumat mengutuk insiden itu.

"Ini adalah serangan yang memuakkan dan saya prihatin kepada pasangan yang menjadi korban," katanya.

"Tidak seorang pun harus menyembunyikan siapa mereka atau siapa yang mereka cintai dan kita harus bekerja sama untuk memberantas kekerasan yang tidak dapat diterima terhadap komunitas LGBT."


[Gambas:Video CNN]

(ard)