Penduduk Republik Ceko Desak PM Diduga Korupsi Mundur

CNN Indonesia | Senin, 24/06/2019 13:43 WIB
Penduduk Republik Ceko Desak PM Diduga Korupsi Mundur Unjuk rasa ratusan ribu penduduk Republik Ceko menuntut Perdana Menteri, Andrej Babis, mundur. (REUTERS/Milan Kammermayer)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekitar 250 ribu penduduk Republik Ceko berunjuk rasa di ibu kota Praha pada Minggu (23/6) kemarin. Mereka menuntut Perdana Menteri, Andrej Babis, mundur karena dibelit dugaan korupsi.

Seperti dilansir AFP, Senin (24/6), koordinator aksi dari lembaga nirlaba Million Moments for Democracy, Mikulas Minar, menyatakan mereka akan terus melakukan aksi sampai tuntutan mereka dipenuhi. Yakni Babis segera mundur dari jabatannya.
"Kami tidak suka melihat dia mengambil uang dan membodohi rakyat yang memberinya mandat," kata seorang pengunjuk rasa, Mila Stiburkova.

Aksi unjuk rasa kemarin adalah lanjutan dari demonstrasi sebelumnya meminta Babis dan Menteri Hukum, Marie Benesova, mundur.


Babis, yang merupakan orang terkaya kedua di Republik Ceko menurut majalah Forbes, menang di Parlemen Eropa pada Mei lalu. Padahal ketika berkuasa oada 2017, dia berjanji dalam kampanyenya akan memberantas korupsi.

Babis yang lahir di Slovakia dan mantan anggota Partai Komunis di masa Cekoslovakia saat masih bergabung dengan Uni Soviet, diduga melakukan korupsi. Caranya adalah dia diduga sengaja memoles kinerja perusahaannya yang bergerak di agribisnis, Agrofert, supaya bisa mendapat subsidi dari Uni Eropa.
Kini penyelidik Uni Eropa mengusut dugaan penyalahgunaan wewenang Babis sebagai politikus dan pengusaha. Dia juga dituduh sebagai agen polisi rahasia Soviet pada era 1980-an.

Babis juga diduga sengaja menunjuk Benesova yang merupakan sekutunya sebagai menteri hukum, supaya kasusnya dibiarkan menguap.

Babis sampai saat ini menyangkal tuduhan itu. Popularitasnya di panggung politik dan sebagai Ketua Partai ANO juga masih kuat, dengan hasil jajak pendapat terakhir mencapai 30 persen.

[Gambas:Video CNN] (ayp/ayp)