Jumlah Penduduk India Bakal Salip China pada 2050

CNN Indonesia | Kamis, 20/06/2019 16:36 WIB
Jumlah Penduduk India Bakal Salip China pada 2050 Ilustrasi penduduk India. (REUTERS/Anushree Fadnavis)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan India akan menggantikan posisi China sebagai negara dengan populasi terbesar di dunia dalam kurun kurang dari satu dekade. China dan India memiliki total populasi sekitar 7,7 miliar jiwa, atau sekitar 37 persen dari total populasi dunia.

China saat ini memiliki 1,4 miliar penduduk, sedangkan India dengan 1,3 miliar jiwa.

Menurut laporan Prospek Populasi Dunia 2019 yang dirilis PBB, India akan memiliki jumlah penduduk lebih besar dari China pada 2027 mendatang.


Sementara, kesenjangan jumlah populasi kedua negara akan semakin jauh pada 2050 dilihat dari faktor kelahiran serta tingkat emigrasi, seperti dilansir CNN, Kamis (20/6).
Menurut laporan PBB tersebut, antara 2019 dan 2050, 55 negara atau wilayah diperkirakan akan mengalami penurunan jumlah populasi sekitar satu persen.

Populasi China sendiri diperkirakan akan menyusut sebesar 2,2 persen atau sekitar 31,4 juta jiwa sehingga populasi negara komunis itu akan menjadi 1,1 miliar jiwa.

Populasi tersebut tentu lebih kecil dari India yang diperkirakan akan memiliki total populasi sebanyak 1.5 miliar penduduk.

Sementara itu, pemerintah China telah berupaya mengatasi tingkat populasi negaranya yang terus menurun dalam beberapa tahun terakhir akibat menurunnya tingkat kelahiran serta tingginya populasi orang tua.

Beijing bahkan telah menghentikan kebijakan Satu Anak, tetapi hal itu tetap tak berhasil karena populasi di perkotaan terus meningkat dan biaya hidup membengkak, sehingga mereka enggan memiliki banyak anak.
Selain India, Nigeria juga diperkirakan menjadi negara dengan populasi terbesar ketiga pada 2050 dengan jumlah penduduk 733 juta jiwa. Selain itu, AS akan turun ke peringkat empat dengen total populasi 434 juta jiwa sedangkan Pakistan tetap di peringkat lima.

Selain itu, PBB juga memperkirakan total populasi manusia di dunia akan mencapai 9,7 miliar jiwa pada tahun 2050.

Laporan ini disusun berdasarkan faktor demografis, perhitungan tingkat kelahiran, kematian, dan migrasi.

"Pertumbuhan penduduk tercepat banyak terjadi di negara-negara miskin, di mana pertumbuhan penduduk itu akan membawa sejumlah tantangan tambahan," ujar Wakil Sekjen PBB untuk Urusan Ekonomi dan Sosial (DESA), Liu Zhenmin.

[Gambas:Video CNN]

Lebih dari setengah populasi dunia pada 2050 mendatang akan ditemukan di sembilan negara, di antaranya India, Nigeria, Pakistan, Republik Demokratik Kongo, Etiopia, Tanzania, Indonesia, Mesir, dan AS.

Tujuan laporan PBB tersebut adalah untuk memberikan informasi bagi pemerintah yang sedang berupaya mewujudkan Target Pembangunan Berkelanjutan PBB tahun 2030. (ajw/ayp)