Vietnam Vonis Warga AS Terdakwa Makar 12 Tahun Penjara

CNN Indonesia | Selasa, 25/06/2019 17:20 WIB
Vietnam Vonis Warga AS Terdakwa Makar 12 Tahun Penjara Ilustrasi sidang. (Istockphoto/Wavebreakmedia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengadilan Vietnam menjatuhkan hukuman 12 tahun penjara kepada Michael Nguyen, seorang warga Amerika Serikat keturunan Vietnam. Michael Nguyen dinyatakan bersalah atas tuduhan makar yang telah dilakukannya bersama dua orang aktivis lainnya.

Ia juga akan dideportasi dari Vietnam setelah menjalani masa kurungan penjara tersebut. Proses putusan pengadilan tersebut hanya berlangsung setengah hari pada Senin (24/6) kemarin.
Seperti dilansir Reuters, Selasa (25/6), meskipun telah menerima putusan akhir, Michael Nguyen tetap berharap masa hukumannya dikurangi agar ia dapat berkumpul dengan keluarganya.

"Ini merupakan hukuman yang panjang. Michael mengaku bersalah dalam persidangan dan meminta hakim untuk meringankan masa hukumannya sehingga ia dapat segera berkumpul dengan keluarganya," ujar kuasa hukum Michael, Nguyen Van Mieng.


Michael Nguyen sebelumnya dituduh atas percobaan menyerang kantor pemerintah di Hanoi dan Kota Ho Chi Minh menggunakan bom molotov dan ketapel. Ia juga diduga menghasut rakyat Vietnam untuk melakukan aksi protes.

Michael Nguyen merupakan seorang keturunan Vietnam yang tinggal di AS sejak kecil. Ia ditahan pada Juli 2018 lalu ketika sedang mengunjungi Vietnam.
Melihat hasil putusan ini, kedutaan AS di Hanoi pun turut angkat bicara.

"Kami sungguh kecewa dengan putusan hakim hari ini. Kami akan terus meningkatkan perhatian kami terhadap kasus Nguyen, dan kesejahteraannya, dalam segala tingkatan yang pantas," tegas seorang juru bicara kedutaan AS di Hanoi.

Sementara itu, dua aktivis yang ikut ditangkap bersama Michael Nguyen juga dijatuhi hukuman masing-masing delapan dan 10 tahun kurungan penjara dengan dakwaan yang sama. Namun, berbeda dengan Michael Nguyen, usai masa hukumannya, kedua aktivis tersebut akan menjalani tahanan rumah selama tiga tahun.

"Tujuan mereka (kedua aktivis) adalah menimbulkan kerusuhan dalam percobaan menggulingkan pemerintahan Vietnam dan mengakhiri kepemimpinan partai (Komunis)," tulis media cetak setempat, Tuoi Tre.
Vietnam memang telah memperketat kekuasaannya sejak pemerintahan baru menjabat tahun 2016 lalu. Partai Komunis yang berkuasa di negaranya tidak akan lunak pada segala bentuk kritik terhadap pemerintah. (ajw/ayp)