"Kami melakukan pengerahan total mencakup Pasukan Nasional dan militer antara 14 ribu hampir 15 ribu di perbatasan utara negara (Meksiko)," kata Menteri Pertahanan Meksiko, Lusi Cresencio Sandoval, dalam jumpa pers bersama Presiden Andres Manuel Lopez Obrador.
"Ya, pasukan ditempatkan untuk menahan para imigran agar mencegah mereka masuk (AS). Mengingat bahwa migrasi ilegal bukanlah kejahatan, melainkan pelanggaran administratif, kami hanya menahan mereka dan menyerahkan kepada pihak berwenang di Institusi Migrasi Nasional," papar Cresencio seperti dikutip AFP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Trump bahkan mengancam akan memberlakukan sanksi tarif jika Meksiko tak bisa menghalau para imigran ilegal itu masuk negaranya.
AS memberikan Meksiko tenggat 45 hari sejak 7 Juni lalu untuk bersikap demi membendung para imigran ilegal masuk ke AS.
Trump menginginkan Meksiko berupaya lebih keras lagi untuk menghentikan gelombang imigran ilegal itu.
[Gambas:Video CNN]
Sampai saat ini, sebanyak 12 juta ilegal imigran diperkirakan berada di Amerika Serikat. Sebagian besar dari mereka berasal dari Meksiko dan negara lainnya di Amerika Tengah. (rds/ayp)