KILAS INTERNASIONAL

AS Tolak FBI Usut Kasus Khashoggi Hingga Gempa Maluku

CNN Indonesia | Selasa, 25/06/2019 06:13 WIB
AS Tolak FBI Usut Kasus Khashoggi Hingga Gempa Maluku Ilustrasi demonstrasi di Republik Ceko. (REUTERS/Milan Kammermayer)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah peristiwa terjadi di berbagai belahan dunia pada Senin (24/6). Mulai dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menolak FBI dilibatkan dalam penyelidikan pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi hingga gempa di Laut Banda, Maluku yang terasa hingga Darwin, Australia.


1. Trump enggan FBI dilibatkan mengusut kasus pembunuhan Khashoggi

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, enggan memenuhi permintaan untuk melibatkan Biro Penyelidik Federal (FBI) dalam mengusut dugaan kematian jurnalis Jamal Khashoggi. Dia membantah bersikap tutup mata karena sekutu AS, Arab Saudi, akan membeli persenjataan dari Negeri Paman Sam.


"Saya pikir masalah itu sudah diselidiki secara mendalam oleh banyak pihak. Maksud saya, saya sudah membaca segala macam laporan (soal pembunuhan Khashoggi)," kata Trump, seperti dilansir The Guardian, kemarin.

Khashoggi adalah wartawan dan kolumnis surat kabar The Washington Post. Dia dibunuh di Konsulat Jenderal Arab Saudi di Istanbul pada Oktober 2018.

Hasil penyelidikan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan ada dugaan kuat bahwa Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman (MbS). Arab Saudi menuduh investigasi itu dipolitisasi.




2. AS dan Taliban akan lanjutkan perundingan damai

Amerika Serikat berencana kembali menggelar rangkaian perundingan baru dengan kelompok Taliban. Hal itu dilakukan untuk membicarakan perdamaian dan mengakhiri perang sipil di Afghanistan yang telah berlangsung selama 18 tahun terakhir.

Utusan AS untuk urusan Afghanistan, Zalmay Khalilzad, menuturkan kedua belah pihak akan memulai perundingan putaran ketujuh pada 29 Juni mendatang.

Kementerian Luar Negeri AS menuturkan negosiasi baru akan berlangsung di Qatar layaknya pembicaraan-pembicaraan terdahulu. Khalilzad berharap negosiasi kali ini dapat membicarakan masalah penarikan pasukan AS pertama yang dikirim setelah serangan teror 11 September 2001 atau 9/11.




3. Warga Republik Ceko demo besar tuntut PM mundur

Sekitar 250 ribu penduduk Republik Ceko berunjuk rasa di ibu kota Praha pada Minggu (23/6) kemarin. Mereka menuntut Perdana Menteri, Andrej Babis, mundur karena dibelit dugaan korupsi.

Babis, yang merupakan orang terkaya kedua di Republik Ceko menurut majalah Forbes, menang di Parlemen Eropa pada Mei lalu. Padahal ketika berkuasa oada 2017, dia berjanji dalam kampanyenya akan memberantas korupsi.

Babis yang lahir di Slovakia dan mantan anggota Partai Komunis di masa Cekoslovakia saat masih bergabung dengan Uni Soviet, diduga melakukan korupsi. Caranya adalah dia diduga sengaja memoles kinerja perusahaannya yang bergerak di agribisnis, Agrofert, supaya bisa mendapat subsidi dari Uni Eropa.

Kini penyelidik Uni Eropa mengusut dugaan penyalahgunaan wewenang Babis sebagai politikus dan pengusaha. Dia juga dituduh sebagai agen polisi rahasia Soviet pada era 1980-an.




4. Gempa di Laut Banda terasa hingga Australia

Gempa bumi berkekuatan 7.2 Magnitudo yang mengguncang Laut Banda, Maluku Tenggara Barat pukul 9.53 Wita pada Senin (24/6) turut dirasakan warga kota Darwin, Australia. Hal ini dikarenakan pusat gempa yang berjarak 700 kilometer dari wilayah utara Darwin, Australia.

Seperti dilansir The Guardian, Senin (24/6), sejumlah warga yang tinggal di wilayah Darwin melaporkan adanya guncangan hebat serta beberapa bangunan sempat bergoyang. Namun, tidak ada laporan langsung terkait adanya kerusakan serius ataupun korban cedera.

Ahli Kegempaan di Geosains Australia, Jonathan Bathgate, gempa berkekuatan sebesar hari ini tidak biasanya terjadi di Laut Banda. Menurut Bathgate, Indonesia kerap kali mengalami aktivitas vulkanik dan seismik karena posisinya yang terletak di "Cincin Api," di mana lempeng tektonik bertabrakan.

[Gambas:Video CNN] (ayp/ayp)