Mueller Bakal Bersaksi soal Rusia dan Pilpres AS di Kongres

CNN Indonesia | Rabu, 26/06/2019 10:49 WIB
Mueller Bakal Bersaksi soal Rusia dan Pilpres AS di Kongres Jaksa Khusus AS, Robert Mueller. (REUTERS/Molly Riley)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jaksa khusus Robert Mueller dilaporkan akan bersaksi di sidang terbuka Kongres Amerika Serikat terkait hasil penyelidikannya atas dugaan intervensi Rusia dalam pemilihan presiden 2016. Kasus tersebut menyeret Presiden Donald Trump yang diduga berkolusi dengan Rusia untuk memenangkan pilpres.

Perwakilan dari Komite Kehakiman dan Komite Intelijen Dewan perwakilan, Jerrold Nadler dan Adam Schiff, menuturkan Mueller akan bersaksi di depan kedua komite pada 17 Juli mendatang.
Dikutip Reuters, melalui pernyataan, Nadler dan Schiff menuturkan Mueller sepakat untuk bersaksi setelah kedua komite tersebut mengajukan surat panggilan ke pengadilan pada Selasa (25/6).

Mueller menghabiskan waktu hampir dua tahun untuk membuktikan Rusia campur tangan dalam pilpres 2016 kemarin. Namun, hasil investigasinya yang dirilis pada April lalu tak dapat membuktikan bahwa Trump berkolusi dengan Rusia untuk menang pilpres.


Hasil penyelidikan Mueller ini memang mendapat sorotan besar. Dalam penyelidikannya, Mueller sudah mewawancarai sejumlah pejabat penting, baik dari tim kampanye Trump maupun Rusia.
Beberapa mantan orang kepercayaan Trump sendiri sudah mengaku bersalah atas sejumlah tuduhan berkaitan dengan Rusia. Mueller menyerahkan hasil penyelidikannya ke Jaksa Agung AS, William Barr.

Barr kemudian menyerahkan ringkasan kesimpulan dari laporan itu yang menyatakan bahwa Mueller tak menemukan bukti Trump melakukan kolusi. Mueller juga belum memiliki cukup bukti atas tuduhan Trump berupaya mengganggu proses penyelidikan.

Meski demikian, Mueller menegaskan bahwa walau belum cukup bukti, bukan berarti Trump terbebas dari segala kecurigaan. (rds/ayp)