Erupsi Gunung Berapi di Papua Nugini, 5.000 Orang Dievakuasi

CNN Indonesia | Kamis, 27/06/2019 16:33 WIB
Erupsi Gunung Berapi di Papua Nugini, 5.000 Orang Dievakuasi Sekitar 5.000 warga Papua Nugini dievakuasi setelah erupsi Gunung Ulawun, menyemburkan asap yang menyelimuti daerah di sekitarnya. (AFP Photo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekitar 5.000 warga Papua Nugini dievakuasi setelah erupsi Gunung Ulawun, menyemburkan asap yang menyelimuti daerah di sekitarnya.

Seorang pemimpin komunitas di Papua Nugini, Chris Lagisa, mengatakan bahwa saat ini para warga sudah berkumpul di aula sebuah gereja.
Mereka kemudian akan diberangkatkan dengan lori, truk, dan mobil 4x4. Kendaraan tersebut diharapkan dapat mengangkut para warga dan barang-barang berharga mereka.

Sementara warga di pinggiran Papua Nugini bersiap, penduduk di ibu kota Kimbe mulai melindungi diri dari dampak debu yang tersebar akibat erupsi Gunung Ulawun.


Debu itu sangat pekat hingga membuat siang hari di daerah terdampak seperti malam. Ketebalan debu itu dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari gangguan pernapasan, iritasi mata, hingga penyakit kulit.
Kepala peneliti geodesi dari Observatorium Gunung Berapi Rabaul, Steve Saunders, mengatakan bahwa Gunung Ulawun sudah menyemburkan debu hingga 13 kilometer.

"Bagian dari bongkahan yang terkena erupsi hancur, mengirimkan debu ke daerah sekitarnya," kata Saunders kepada AFP.

Sejumlah laporan awal menyebutkan lava bahkan sudah mengalir ke arah jalur-jalur utama di pesisir Papua Nugini.

[Gambas:Video CNN]

Terletak di gugus Kepulauan Bismarck, Gunung Ulawun memang sudah menjadi perhatian para peneliti karena berisiko mengalami erupsi besar.

Saunders pun mengaku akan langsung mengirimkan tim ke Ulamona untuk meneliti situasi karena erupsi masih terus berlanjut.

"Kami memantau dari Observatorium Gunung Berapi Rabaul untuk melihat situasi. Namun, karena erupsi terus berlanjut dan ada kemungkinan erupsi lanjutan," kata Saunders. (has/has)