"Saya? Dimakzulkan? Saya akan penjarakan mereka semua. Mencoba untuk memakzulkan saya, saya akan memenjarakan mereka. Keparat," kata Duterte kepada wartawan di Manila, Jumat (28/6).
"Saya tantang Anda untuk melakukannya. Anda ingin memaksa saya untuk melakukannya? Baik. Anak pelacur, saya akan melakukannya (memenjarakan kalian). Ya, coba saja."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alih-alih mengecam langkah China itu, Duterte malah menggemakan klaim Beijing yang menyebut bahwa peristiwa itu merupakan "kecelakaan, bukan penyerudukan yang disengaja."
Ia juga tak menyinggung sikap nelayan China yang sering berlayar ke perairan Filipina, terutama di Laut China Selatan yang selama ini diklaim sepihak oleh Beijing.
Sementara itu, laporan Anggota Parlemen ASEAN untuk Hak Asasi Manusia mencaci kepemimpinan Duterte yang dianggap penuh dengan ancaman dan retorika agresif.
Lembaga itu juga menganggap Duterte kerap menuduh hingga mengancam lawan-lawannya sebagai "upaya disengaja memberangus kritik dan sistem check and balance."
"Dia tidak bisa mengerti mengapa orang-orang menentang kebijakannya," kata Panelo kepada wartawan seperti dikutip Reuters. (rds/has)