Kelompok Bersenjata Tawan 10 Nelayan Berlayar di Dekat Sabah

CNN Indonesia | Rabu, 19/06/2019 14:38 WIB
Kelompok Bersenjata Tawan 10 Nelayan Berlayar di Dekat Sabah Ilustrasi penculikan. (Istockphoto/FlyMint Agency)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekelompok orang dilaporkan menculik 10 nelayan di lepas pantai Kalimantan dan menyandera mereka untuk dibawa ke sebuah pulau di selatan Filipina, Selasa (19/6). Kepala Kepolisian Negara Bagian Sabah, Malaysia, Omar Mammah, membenarkan penculikan itu.

Kelompok penyandera dilaporkan membawa senjata berat saat penculikan terjadi. Kelompok tersebut tiba-tiba mencegat dua kapal nelayan yang tengah berlayar di lepas pantai timur Sabah pada Selasa dini hari.
Dikutip AFP, sepuluh nelayan diculik, sementara enam lainnya berhasil lolos dalam insiden itu.

Hingga kini, belum jelas kondisi dari 10 nelayan yang disandera tersebut. Kementerian Luar Negeri melalui Direktorat Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia juga belum menjawab pertanyaan CNNIndonesia.com apakah ada warga Indonesia di antara nelayan yang ditawan tersebut.


Filipina bagian selatan merupakan basis dari banyak kelompok bersenjata, termasuk Abu Sayyaf, yang terkenal kerap menculik awak buah kapal dan orang asing untuk meminta tebusan.
Abu Sayyaf, yang telah menyatakan sumpah setia kepada kelompok teroris ISIS, juga pernah menculik puluhan anak buah kapal asal Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

Sejak 2016, sebanyak 36 WNI pernah disandera kelompok bersenjata tersebut. Seluruhnya sudah berhasil dibebaskan. (rds/ayp)