Kelima kapal itu terpantau meninggalkan pelabuhan di Kushiro. Sembari membunyikan klakson, para nelayan menutupi tombaknya dengan terpal abu-abu, kemudian melambaikan tangannya ke arah para warga yang menunggu di pesisir.
Sementara itu, para nelayan di sejumlah wilayah lain di Jepang juga mulai berburu paus, termasuk yang berlayar dari pelabuhan Shimonoseki.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Besok, Jepang Bakal Kembali Buru Paus |
"Saya agak gugup, tapi senang bisa mulai berburu paus. Saya tidak yakin anak muda tahu cara memasak dan makan daging paus. Saya ingin orang merasakan dulu, setidaknya sekali," ucap Abe kepada AFP.
Selain itu, sejumlah nelayan juga gugup karena gelombang kritik yang besar dari dunia internasional, terutama setelah Jepang menarik diri dari Komisi Perburuan Paus Internasional (IWC).
Selama menjadi anggota IWC, Jepang dilarang menangkap paus jenis besar. Mereka lantas kerap mengelabui para anggota IWC dengan terus memburu paus dengan dalih riset ilmiah.
[Gambas:Video CNN]
Setelah dikecam para negara anggota, Jepang akhirnya menarik diri dari perjanjian IWC pada tahun lalu.
Mereka menekankan bahwa berburu paus sudah menjadi tradisi turun-temurun di Jepang. Mereka pun menganggap tradisi ini seharusnya tak diintervensi oleh komunitas internasional.
Keputusan Jepang untuk kembali berburu paus untuk komersil ini pun menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk kelompok Masyarakat Manusia Internasional.
"Ini adalah hari yang menyedihkan bagi perlindungan paus secara global," kata kepala Masyarakat Manusia Internasional, Nicola Beynon. (has)