"Iran sudah melebihi batas 300 kilogram yang ditentukan," ujar Zarif sebagaimana dilansir kantor berita ISNA, seperti dikutip AFP, Senin (1/7).
Pada 8 Mei lalu, Presiden Hassan Rouhani untuk pertama kalinya melontarkan ancaman bakal melanjutkan pengayaan uranium jika pihak-pihak peneken kesepakatan nullir tak membela Iran dari dera sanksi AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai timbal balik, Iran harus menyetop segala bentuk upaya pengembangan senjata rudal dan nuklirnya, termasuk pengayaan uranium.
[Gambas:Video CNN]
Namun, di bawah komando Presiden Donald Trump, AS menarik diri secara sepihak dari perjanjian nuklir itu pada Mei 2018 lalu dan kembali menerapkan sanksi atas Iran.
Sejak ultimatum Rouhani tersebut, AS dan Iran terus saling lontar ancaman. Presiden Donald Trump bahkan mengerahkan kapal induk dan sejumlah pesawat pengebom ke Timur Tengah. (has)