Menlu AS Temui Raja Salman Bahas Ketegangan dengan Iran

CNN Indonesia | Senin, 24/06/2019 18:14 WIB
Menlu AS Temui Raja Salman Bahas Ketegangan dengan Iran Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo. (REUTERS/Aaron P. Bernstein)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo, bertolak ke Jeddah, Arab Saudi, untuk menemui Raja Salman. Keduanya dilaporkan bakal membahas perselisihan dengan Iran yang kian tajam dalam beberapa waktu terakhir.

Pejabat AS menuturkan Pompeo diperkirakan akan bertemu dengan Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MbS) di Jeddah, sebelum terbang ke Uni Emirat Arab guna membicarakan masalah yang sama.
Berbicara dengan wartawan di Washington, Pompeo menganggap Saudi dan Uni Emirat Arab merupakan "dua sekutu besar AS dalam menghadapi tantangan Iran."

"Kami akan berbicara dengan mereka (Arab Saudi dan Uni Emirat Arab) tentang bagaimana memastikan bahwa kita semua selaras secara strategis dan bagaimana kita dapat membangun koalisi global," papar Pompeo, Minggu (23/6) kemarin.


Pompeo menuturkan AS berupaya membentuk koalisi "tidak hanya dengan seluruh negara Teluk, tapi juga negara Asia dan Eropa" yang memahami tantangan ini dan siap mendukung perlawanan terhadap '[negara sponsor teror terbesar di dunia.'"

Pompeo baru-baru ini juga mengizinkan penjualan senjata senilai US$8,1 miliar ke Saudi dan Uni Emirat Arab, meski sejumlah pihak di Kongres AS merasa khawatir senjata-senjata itu akan digunakan untuk membunuh warga dalam perang sipil Yaman yang belum juga menemui titik terang.
Dikutip AFP, Senin (24/6), lawatan Pompeo ke Saudi berlangsung ketika ketegangan AS dan Iran terus memanas, terutama setelah Teheran menembak jatuh pesawat nirawak Washington pada pekan lalu.

Korps Garda Revolusi Iran menembak jatuh drone pengintai RQ-4 Global Hawk lantaran dinilai memasuki wilayahnya secara ilegal. Namun, Washington berkeras drone itu terbang di wilayah udara internasional.

Akibat insiden itu, otoritas penerbangan AS (FAA) memberlakukan larangan terbang di sekitar wilayah udara Iran bagi seluruh maskapai Negeri Paman Sam dengan alasan keamanan.

Insiden drone itu menambah pelik ketegangan antara AS-Iran setelah Washington dan Riyadh menuduh Teheran bertanggung jawab atas sabotase dua kapal tanker di Teluk Oman dua pekan lalu, dan empat kapal tanker Saudi di perairan lepas Uni Emirat Arab pada 12 Mei lalu.

[Gambas:Video CNN]

Sejak ketegangan kedua negara memanas, AS telah mengirim pasukan tambahan, termasuk kapal induk dan dua pesawat pengebom B-52 ke Timur Tengah.

Trump juga dikabarkan sempat menyetujui rencana untuk menyerang Iran tak lama setelah insiden drone terjadi, tetapi segera dibatalkan. (rds/ayp)