Iran Sebut Tak Gentar Sanksi Baru, Kembali Sebut AS Idiot

CNN Indonesia | Selasa, 25/06/2019 17:48 WIB
Iran Sebut Tak Gentar Sanksi Baru, Kembali Sebut AS Idiot Presiden Iran, Hassan Rouhani. (REUTERS/Alessandro Bianchi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Meski tak berniat berperang, Presiden Hassan Rouhani menegaskan Iran tidak takut dengan Amerika Serikat yang kembali menjatuhkan serangkaian sanksi baru terhadap petinggi negara itu, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Dia menganggap AS memiliki "keterbelakangan mental", sebuah hinaan yang pernah diutarakan Teheran terhadap Presiden Donald Trump.

"Tindakan Gedung Putih (sanksi) itu memperlihatkan AS mengalami keterbelakangan mental. Strategi kesabaran Iran tidak berarti kami memiliki takut (terhadap AS)," papar Rouhani dalam pidatonya yang disiarkan langsung di televisi nasional, Selasa (25/6).
Pernyataan tajam itu diutarakan Rouhani menanggapi keputusan AS yang kembali menjatuhkan sanksi baru terhadap Iran. Sanksi baru ini juga menargetkan Khamenei dan Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif.

"Amerika Serikat berdusta karena menyebut sudah mengajukan permintaan untuk berdialog," lanjut Rouhani.


Sanksi itu diterapkan Presiden Trump sebagai respons AS terhadap ulah Iran yang menembak jatuh pesawat nirawak atau drone pengintainya, RQ-4 Global Hawk, di Timur Tengah pada pekan lalu.

Sanksi-sanksi baru itu menargetkan sumber keuangan petinggi Iran dan memblokir mereka dan aset-asetnya dari sistem keuangan AS.
Dikutip Reuters, Rouhani menganggap penjatuhan sanksi menggambarkan keputusasaan pemerintahan Trump karena tidak akan berdampak apa-apa bagi Iran, terutama Khamenei. Sebab, menurut Rouhani, Khamenei tidak memiliki aset di luar negeri, terlebih dalam wilayah hukum AS.

Iran juga menyebut sanksi baru AS menandakan jalur diplomasi antara kedua negara terhenti.

"Memberlakukan sanksi yang tidak berguna kepada Pemimpin Tertinggi Khamenei dan Komandan Diplomasi Iran, Menlu Zarif, adalah penutupan permanen jalur diplomasi," papar juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Abbas Mousavi, melalui Twitternya, Selasa (25/6).

[Gambas:Video CNN]

"Pemerintahan putus asa Presiden Donald Trump menghancurkan mekanisme internasional yang telah mapan untuk menjaga perdamaian dan keamanan dunia," paparnya menambahkan. (rds/ayp)