"Tindakan Gedung Putih (sanksi) itu memperlihatkan AS mengalami keterbelakangan mental. Strategi kesabaran Iran tidak berarti kami memiliki takut (terhadap AS)," papar Rouhani dalam pidatonya yang disiarkan langsung di televisi nasional, Selasa (25/6).
Lihat juga:Rusia Kecam Sanksi Baru AS untuk Iran |
"Amerika Serikat berdusta karena menyebut sudah mengajukan permintaan untuk berdialog," lanjut Rouhani.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sanksi-sanksi baru itu menargetkan sumber keuangan petinggi Iran dan memblokir mereka dan aset-asetnya dari sistem keuangan AS.
Iran juga menyebut sanksi baru AS menandakan jalur diplomasi antara kedua negara terhenti.
"Memberlakukan sanksi yang tidak berguna kepada Pemimpin Tertinggi Khamenei dan Komandan Diplomasi Iran, Menlu Zarif, adalah penutupan permanen jalur diplomasi," papar juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Abbas Mousavi, melalui Twitternya, Selasa (25/6).
[Gambas:Video CNN]
"Pemerintahan putus asa Presiden Donald Trump menghancurkan mekanisme internasional yang telah mapan untuk menjaga perdamaian dan keamanan dunia," paparnya menambahkan. (rds/ayp)