Xi Jinping Desak Trump Ringankan Sanksi atas Korut

CNN Indonesia | Selasa, 02/07/2019 20:30 WIB
Presiden China, Xi Jinping, mendesak Presiden Donald Trump secara bertahap meringankan sanksi Amerika Serikat atas Korea Utara. Presiden China, Xi Jinping, mendesak Presiden Donald Trump secara bertahap meringankan sanksi Amerika Serikat atas Korea Utara. (Reuters/Kevin Lamarque)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden China, Xi Jinping, mendesak Presiden Donald Trump secara bertahap meringankan sanksi Amerika Serikat atas Korea Utara.

Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, mengatakan bahwa Xi menyampaikan langsung desakan ini saat bertemu Trump di sela Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Osaka, Jepang, pada akhir pekan lalu.
"[Xi] mendesak AS menunjukkan fleksibilitas dan menentukan titik tengah dengan Korut, termasuk dengan meringankan sanksi perlahan terhadap Korut, menemukan sebuah solusi untuk kedua belah pihak melalui dialog," ujar Wang Yi seperti dilansir AFP.

Selama ini, China memang sekutu terdekat Korut yang kerap membela negara pimpinan Kim Jong-un tersebut dalam berbagai kesempatan.


Namun, hubungan keduanya sempat tegang karena China mendukung penerapan sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa atas Korut karena terus menguji coba rudal dan mengembangkan senjata nuklir.
Relasi Korut dan China kembali rekat setelah Kim bertemu dengan Trump dan menyepakati perundingan denuklirisasi. Kala perundingan itu mandek, Kim pun terus mendekatkan diri ke China.

Sebelum menghadiri KTT G20, Xi bahkan menyempatkan diri berkunjung ke Korut untuk memenuhi undangan Kim Jong-un.

[Gambas:Video CNN]

Setelah KTT G20 itu, Trump bertolak ke Korsel. Di sela kunjungan tersebut, Trump bertemu dengan Kim di zona demiliterisasi yang terletak di perbatasan antara Korsel dan Korut.

Perjumpaan antara Trump dan Kim di tengah kebuntuan perundingan denuklirisasi ini dianggap sebagai sebuah kemajuan dan sarat simbolisasi.

Dalam pertemuan itu, kedua pemimpin berjabat tangan dan saling melempar senyum. Trump bahkan menjejakkan kakinya di wilayah kekuasaan Korut, menjadikannya pemimpin AS pertama yang masuk ke negara terisolasi itu. (has/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK