Moon mengaku masih terkejut dengan pertemuan itu karena tercetus hanya dari ajakan Trump melalui Twitter. Dalam kicauannya, Trump hanya mengatakan bahwa ia akan berada di Korsel dan ingin menyapa Kim di perbatasan dengan Korut.
Perjumpaan antara Trump dan Kim di tengah kebuntuan perundingan denuklirisasi ini memang dianggap sebagai sebuah kemajuan dan sarat simbolisasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"[Pertemuan itu] merupakan deklarasi defacto untuk mengakhiri sikap perkelahian dan permulaan dari era perdamaian," ucap Moon.
[Gambas:Video CNN]
Moon sendiri merupakan sosok penting dalam hubungan Trump dan Kim. Ia merupakan penyambung lidah antara Korut dan AS hingga akhirnya Kim dan Trump dapat bertemu untuk pertama kalinya pada tahun lalu.
Meski Moon menganggap pertemuan ini sangat penting, sejumlah analis dan pejabat menganggap gestur di zona demiliterisasi itu hanya "pertunjukan teatrikal."
"Presiden kami tak seharusnya mengaburkan pengaruh AS di dalam pose foto resmi dan bertukar surat cinta dengan diktator kejam," kata kandidat calon presiden dari Partai Demokrat AS, Elizabeth Warren. (has)