Drama Istri Emir Dubai Kabur ke London

CNN Indonesia | Rabu, 03/07/2019 20:04 WIB
Drama Istri Emir Dubai Kabur ke London Putri Haya Binti al-Hussein Daniel. (LEAL-OLIVAS/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Putri Haya Binti al-Hussein, istri pemimpin atau emir Dubai yang juga perdana menteri Uni Emirat Arab (UEA), Sheikh Mohammed bin Rashid al-Maktoum dilaporkan melarikan diri ke London. 

Menurut informasi yang beredar, Putri Haya kabur bersama kedua anaknya, Jalila dan Zayed. Mereka sempat pergi ke Jerman dan mencari suaka. Namun, ketiganya kini telah menetap di sebuah rumah di Taman Istana Kensington, London.
 

Seperti dilansir dari telegraph.co.uk, Putri Haya diduga melarikan diri setelah menemukan "sejumlah fakta yang mengganggu" di balik kembalinya Sheikha Latifa, putri ke-23 Sheikh Mohammed yang juga sempat melarikan diri pada Februari 2018 lalu. 

Latifa kabur karena mengaku diculik dan dipenjara oleh ayahnya. Ia melarikan diri dengan menyewa sebuah kapal pesiar dibantu oleh seorang mantan mata-mata asal Perancis. 

Namun, Latifa berhasil ditangkap dan dibawa pulang ke Dubai oleh pasukan UEA. 
Saat itu, Putri Haya masih membela suaminya atas insiden tersebut. Namun, ia berhasil menemukan sejumlah fakta mencurigakan atas kaburnya Latifa yang mengakibatkan Putri Haya menerima tekanan dari pihak keluarga besar Sheikh Mohammed. 


Putri Haya yang merupakan anak Raja Abdullah dari Yordania itu diduga melarikan diri karena merasa takut akan bernasib sama seperti Latifa, yakni diculik dan dipulangkan secara paksa ke UEA. 


Sementara itu, Inggris yang merupakan mitra dagang sekaligus sekutu UEA dan Yordania hingga kini masih mengalami dilema terkait apakah harus memberikan suaka kepada Putri Haya atau membiarkannya dideportasi dari Inggris. 

"Saya tidak heran jika Putri Haya memiliki segudang ketakutan terkait konsekuensi jika ia dikirim kembali ke Dubai," ujar Radha Stirling, direktur sebuah organisasi peradilan dan pidana di Dubai. 

"Dia (Putri Haya) pasti tahu, seperti yang diketahui Latifa, bahwa suaka menjadi satu-satunya jalan untuk keluar dari istana kerajaan," ucapnya. 

"UEA didominasi oleh laki-laki, dan suami Putri Haya, Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, memiliki kuasa tak terbatas di Dubai. Jika dia (Putri Haya) diperlakukan kejam, dia tidak bisa pergi ke polisi; jika dia ingin bercerai, dia tidak bisa pergi ke pengadilan," kata Stirling. 

"Putri Haya, di segala kemungkinan, merupakan korban juga saksi; dan kami berharap dia akan tetap aman, dan dia akan bekerjasama dengan pihak berwenang internasional untuk mengungkap dugaan pelanggaran yang terjadi di balik Istana Kerajaan Dubai." 

Sebelumnya, Sheikh Mohammed juga sempat meluapkan amarahnya melalui unggahan sebuah puisi yang ditinggalkan Putri Haya di akun Instagramnya sambil menulis keterangan yang menyebutkan Putri Haya adalah seorang pengkhianat.

[Gambas:Video CNN]



(ajw/dea)