China Sebut Tuduhan AS-Jerman soal Uighur 'Tak Berdasar'

CNN Indonesia | Kamis, 04/07/2019 03:32 WIB
China Sebut Tuduhan AS-Jerman soal Uighur 'Tak Berdasar' Ilustrasi Uighur. (Reuters/Thomas Peter)
Jakarta, CNN Indonesia -- China menganggap Amerika Serikat dan Jerman melontarkan "tuduhan tak berdasar" terkait persekusi di Provinsi Xinjiang, di mana kelompok minoritas Muslim Uighur bermukim.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang, mengatakan bahwa delegasi AS dan Jerman melontarkan tuduhan terhadap China itu dalam rapat DK PBB soal situasi di Asia Tengah pada Selasa (2/7).

"AS dan Jerman telah menyimpang dari pertemuan ini dan membuat tuduhan tidak berdasar tentang kebijakan China di Xinjiang," ujar Geng dalam jumpa pers di kantornya, Rabu (3/7).


"Duta Besar China untuk PBB, Ma Zhaoxu, sangat membantah pernyataan keliru AS dan Jerman dalam rapat tersebut."
Geng menuturkan "China tidak akan membiarkan "pihak asing" mencampuri urusan domestiknya. Menurutnya, DK PBB seharusnya "tidak menjadi panggung politik bagi sejumlah negara."

China memang sedang menuai kritik karena diduga melakukan pelanggaran hak asasi manusia terhadap etnis Uighur.

Dugaan penindasan terhadap etnis Uighur mencuat setelah kelompok pemerhati hak asasi manusia (HAM), Amnesty International, pada September 2018 melaporkan pemerintah China menahan sekitar satu juta orang etnis minoritas tersebut di penampungan layaknya kamp konsentrasi.
Di sana, para tahanan dilaporkan didoktrin supaya mengamalkan ideologi komunis dan menanggalkan identitas kesukuan mereka.

Berdasarkan kesaksian sejumlah warga Xinjiang, aparat China melakukan penahanan secara sewenang-wenang sejak 2014 silam.

Tak hanya itu, otoritas China juga disebut mengekang hak-hak masyarakat Xinjiang untuk beribadah.

[Gambas:Video CNN]

Otoritas lokal bahkan disebut melarang masyarakat Xinjiang melakukan aktivitas keagamaan bersama di ruang publik, termasuk sekolah.

China berulang kali membantah seluruh tuduhan diskriminasi itu. Beijing juga mengatakan kamp-kamp penampungan Uighur itu merupakan "pusat pelatihan vokasi."

Di sana, para etnis Uighur diklaim diajarkan bahasa Mandarin dan sejumlah keterampilan lainnya sebagai bentuk upaya memberdayakan etnis minoritas tersebut. (rds/has)