FOTO: RUU Ekstradisi dan Keluhan Pemuda Hong Kong

REUTERS, CNN Indonesia | Sabtu, 06/07/2019 21:54 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Protes atas RUU ekstradisi bukan hanya soal ancaman kebebasan warga Hong Kong, namun mengancam upaya anak-anak muda di sana meraih mimpi kehidupan yang baik.

Tak cuma dirundung kontroversi RUU ekstradisi, pemuda Hong Kong juga marah atas ketidakadilan yang menimpanya. Tingginya harga dinilai ‘mencegah’ mereka untuk mencapai mimpi. (REUTERS/Thomas Peter)
RUU ekstradisi dianggap hanya akan membuat campur tangan Beijing semakin mengikis kebebasan mereka, bukan hanya dalam berekspresi. (REUTERS/Thomas Peter)
“Mereka [Beijing] terlalu banyak ambil kendali. Mereka hanya memberikan kami sedikit kebebasan,” ujar Eunice Wai (30), seorang guru sekolah dasar di kamar tidurnya yang hanya seluas 7,4 meter persegi. (REUTERS/Thomas Peter)
Wai menilai kebijakan hunian yang berlaku di Hong Kong berlaku tak adil. Menurutnya kebijakan hanya membuat yang kaya menjadi kian kaya. (REUTERS/Thomas Peter)
“Perumahan adalah salah satu yang paling penting. Hanya ada sedikit ruang di Hong Kong. Kami kesulitan untuk membeli apartemen akibat harga yang terlampau tinggi,” ujar Wai. (REUTERS/Thomas Peter)
Hong Kong dikenal sebagai salah satu kota terpadat dengan biaya hidup yang mahal di dunia. Rumah, bagi sebagian besar pemuda, hanya angan-angan. (REUTERS/Thomas Peter)
Rata-rata dari mereka harus menunggu 5,5 tahun untuk mendapatkan rumah di kota berpenduduk 7,4 juta jiwa. (REUTERS/Thomas Peter)
Michael Ho (24) mengatakan bahwa protes yang dilakukan kaum muda Hong Kong bukan cuma perkara RUU ekstradisi, tapi juga ketidakadilan yang membuat mereka sulit mencapai mimpi. (REUTERS/Thomas Peter)
“Tak ada harapan bagi kaum muda Hong Kong untuk tumbuh, untuk mengembangkan karier dan mimpi karena harga-harga yang terlampau tinggi,” ujar Ho. (Thomas Peter)