Abaikan China, AS Loloskan Prospek Jual Senjata ke Taiwan

CNN Indonesia | Selasa, 09/07/2019 07:07 WIB
Kemlu Amerika Serikat menyetujui prospek penjualan senjata senilai US$2,2 miliar atau setara Rp31,2 triliun ke Taiwan, mengabaikan protes China sebelumnya. Ilustrasi markas Pentagon. (Reuters/Yuri Gripas)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat menyetujui prospek penjualan senjata senilai US$2,2 miliar atau setara Rp31,2 triliun ke Taiwan, mengabaikan protes China sebelumnya.

Badan Kerja Sama Kementerian Pertahanan AS (DSCA) mengonfirmasi persetujuan Kemlu ini pada Senin (8/7), sebulan setelah kabar penjualan tersebut mencuat.
Pentagon menjabarkan bahwa penjualan senjata ini pertama kali dibahas atas permintaan Taiwan yang membutuhkan 108 tank General Dynamics Corp M1A2T Abrams dan 250 rudal Stinger.

Kabar penjualan ini pertama kali terendus media pada bulan lalu, ketika Reuters melaporkan bahwa Kongres AS sudah menerima notifikasi informal mengenai prospek penjualan tersebut.


China langsung melontarkan protes karena selama ini, mereka menganggap Taiwan sebagai wilayah kekuasaan yang ingin melepaskan diri.
Beijing pun menggertak AS dengan menyatakan bahwa prospek penjualan ini dapat merusak hubungan bilateral.

Meski demikian, DSCA kemudian mengonfirmasi bahwa mereka sudah mengirimkan notifikasi resmi ke Kongres AS pada awal pekan ini.

Dalam notifikasi tersebut, DSCA menjelaskan bahwa penjualan ini harus dilengkapi dengan senapan mesin, amunisi, kendaraan bersenjata Hercules untuk melindungi tank, pemindah alat berat, dan peralatan pendukung lainnya.

[Gambas:Video CNN]

AS memang merupakan negara pemasok senjata utama bagi Taiwan, wilayah yang dianggap China sebagai daerah kedaulatan mereka.

Kedekatan Taiwan dengan negara lain kerap membuat China geram karena mereka khawatir wilayah otonomi itu semakin berani membangkang dan menyerukan pemisahan diri.

Taiwan dan AS memang tak memiliki hubungan resmi. Namun, AS terikat hukum untuk membantu Taiwan mempertahankan diri. (has/has)