"Masih ada keraguan mengenai ketulusan atau kekhawatiran apakah pemerintah akan memulai lagi proses itu di Dewan Legislatif. Jadi, saya tekankan lagi bahwa tidak ada rencana seperti itu. RUU itu sudah mati," ujar Lam seperti dikutip AFP Selasa (9/7).
Ia pun bersedia bertemu dengan perwakilan mahasiswa dalam rapat terbuka tanpa syarat karena Hong Kong kini sedang menghadapi tantangan besar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada satu titik, jika RUU itu dicabut hari ini, RUU itu tetap bisa dibawa kembali ke Dewan Legislatif tiga bulan kemudian," tutur Lam.
Melanjutkan pernyataannya, Lam berkata, "Namun mungkin, warga mau mendengar pernyataan yang tegas. Jadi, 'RUU itu sudah mati' merupakan pernyataan yang tegas."
[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya, Lam memang sempat menyatakan bahwa pemerintah menangguhkan pembahasan RUU ekstradisi tersebut. Namun, para pengunjuk rasa tetap menggelar demonstrasi untuk menuntut pembatalan pembahasan RUU itu.
RUU ekstradisi ini menjadi polemik karena memungkinkan tersangka satu kasus diadili di luar negeri, termasuk China.
Proposal aturan ini menyulut amarah warga Hong Kong karena khawatir akan sistem peradilan di China yang kerap bias dan dipolitisasi. (has)