China Protes, AS Sebut Jual Senjata ke Taiwan Demi Perdamaian

CNN Indonesia | Rabu, 10/07/2019 09:15 WIB
China Protes, AS Sebut Jual Senjata ke Taiwan Demi Perdamaian Jubir Kemlu AS, Morgan Ortagus, mengatakan bahwa negaranya meloloskan prospek penjualan senjata senilai setara Rp31,2 triliun ke Taiwan demi perdamaian. (AFP Photo/Brendan Smialowski)
Jakarta, CNN Indonesia -- Di tengah protes ChinaAmerika Serikat mengklaim bahwa mereka meloloskan prospek penjualan senjata senilai US$2,2 miliar atau setara Rp31,2 triliun ke Taiwan demi perdamaian.

"Kepentingan kami di Taiwan, terutama terkait penjualan alat militer ini, adalah untuk menghadirkan perdamaian dan kestabilan di sepanjang selat, juga kawasan," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Morgan Ortagus.
Ortagus melontarkan pernyataan ini setelah China menyampaikan protes atas rencana penjualan senjata AS ini.

"Penjualan senjata oleh Amerika Serikat ke Taiwan secara serius mengganggu satu prinsip China. Sangat mengganggu urusan dalam negeri China dan merusak kedaulatan dan kepentingan keamanan China," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang, seperti dilansir AFP.


Kedekatan Taiwan dengan negara lain kerap membuat China geram karena mereka khawatir wilayah otonomi itu semakin berani membangkang dan menyerukan pemisahan diri.
Taiwan dan AS sendiri memang tak memiliki hubungan resmi. Namun, AS terikat hukum untuk membantu Taiwan mempertahankan diri. AS pun menggunakan dalih tersebut untuk menyetujui prospek penjualan senjata kali ini.

Badan Kerja Sama Kementerian Pertahanan AS (DSCA) menjabarkan bahwa penjualan senjata ini pertama kali dibahas atas permintaan Taiwan yang membutuhkan 108 tank General Dynamics Corp M1A2T Abrams dan 250 rudal Stinger.

DSCA menjelaskan bahwa penjualan ini harus dilengkapi dengan senapan mesin, amunisi, kendaraan bersenjata Hercules untuk melindungi tank, pemindah alat berat, dan peralatan pendukung lainnya. (has/has)