Kementerian Dalam Negeri Singapura (MHA) menyatakan bahwa salah satu warga Myanmar yang mereka tahan "memiliki hubungan langsung dengan pemimpin tinggi AA."
"Atas nama pemimpin AA, dia secara aktif memobilisasi dukungan di antara komunitas Arakan lokal dan mengoordinasikan penggalangan dana AA di sini," demikian pernyataan MHA yang dikutip Channel NewsAsia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam situsnya, AAS dideskripsikan sebagai "organisasi sosial yang memberikan kontribusi bantuan dari Singapura untuk orang Arakan yang terlantar di Rakhine."
AA sendiri merupakan salah satu milisi bersenjata yang mengklaim memperjuangkan hak-hak orang Rohingya di tengah deraan persekusi di Myanmar.
Namun, perlawanan mereka dianggap mulai mengkhawatirkan karena menewaskan puluhan polisi dalam sejumlah serangan.
"AA adalah kelompok bersenjata yang melakukan serangan di Myanmar, termasuk dua serangan di pos polisi pada Januari dan Maret 2019, di mana AA mengaku mengambil banyak amunisi dari pos polisi itu," tulis MHA.
[Gambas:Video CNN]
MHA pun menegaskan bahwa warga asing seharusnya tak "mengimpor" masalah dalam negeri mereka ke Singapura.
"MHA akan menindak tegas siapapun yang mendukung, melakukan, atau mempersiapkan kejahatan bersenjata, tak peduli seberapa rasional kekerasan itu secara ideologi, atau di mana kejahatan itu terjadi," bunyi pernyataan MHA. (has)