Pria Meninggal Disengat Tawon Saat Memetik Rambutan

CNN Indonesia | Rabu, 10/07/2019 11:44 WIB
Pria Meninggal Disengat Tawon Saat Memetik Rambutan Ilustrasi lebah. (REUTERS/Brendan McDermid)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang pria meninggal setelah disengat tawon saat memetik rambutan dan durian. Peristiwa itu terjadi di Singapura pada Jumat (5/7).

Kejadian berawal saat pria bernama Quek Lye Seng itu memetik rambutan dan durian di hutan di Hillview, tak jauh dari Bukit Timah.

Saat itu pria 66 tahun tersebut tidak sengaja menyenggol sarang tawon dan dia langsung diserang hingga sekujur tubuhnya tersengat. Hal tersebut diceritakan oleh putra bungsu Quek kepada The Straits Times saat upacara pemakaman pada Selasa (9/7).

Putra bungsu Quek yang menolak namanya disebutkan itu menceritakan, ketika ayahnya diserang tawon, dia berhasil lari ke stasiun MRT Hillview. Di sana dia dibantu oleh seorang pejalan kaki yang mencarikannya ambulans.


Quek langsung dilarikan ke Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Ng Teng Fong. Namun, nyawa Quek tidak dapat ditolong, dia mengembuskan nafas terakhir saat sedang menjalani perawatan di ICU keesokan paginya.

Quek meninggal karena racun yang masuk ke dalam tubuh lewat sengatan tawon telah melumpuhkan organ vitalnya.

"Ayah saya adalah seorang pensiunan, jadi di waktu luang, dia suka pergi keluar dan memetik durian dan rambutan. Pada hari itu, dia secara tidak sengaja menyenggol sarang tawon, dan tawon itu menyengat dan mengejarnya," kata sang putra.

Sementara itu, para ahli menyarankan jika seseorang tersengat tawon, maka dia harus berlari secepat dan sejauh mungkin sambil menutup wajah.

Korban juga harus berlari melawan angin, karena hal itu membuat tawon lebih sulit mengejar, serta berlari lurus ke depan untuk mencegah orang lain tersengat.

[Gambas:Video CNN]
(dea)