ABK India Ditahan TNI AL di Kepri Mengaku Diperlakukan Buruk

CNN Indonesia | Sabtu, 13/07/2019 21:24 WIB
ABK India Ditahan TNI AL di Kepri Mengaku Diperlakukan Buruk Ilustrasi penjara. (Istockphoto/menonsstocks)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak 23 pelaut India awak kapal MT SG Pegasus yang sudah ditahan selama lima bulan oleh TNI Angkatan Laut mengaku diperlakukan dengan buruk. Menurut mereka aparat Indonesia berbelit-belit dan mempersulit salah satu pemulangan rekan mereka yang sakit keras karena diabetes.

Seperti dilansir Times of India, Kamis (11/7), laporan itu diterima melalui surat yang ditulis oleh para awak kapal kepada Kementerian Luar Negeri India yang dikirim melalui Kedutaan Besar India di Jakarta pada 3 Juli lalu. Mereka mengaku sudah berkali-kali mencoba meyakinkan aparat TNI AL dan sejumlah badan keamanan lain supaya mengizinkan mereka pulang ke India.
Di dalam surat itu, para awak menyatakan mereka ditangkap dan dilarang pergi oleh TNI AL dengan alasan melego jangkar secara ilegal di perairan Batam pada 9 Februari lalu oleh KRI Bung Tomo-357. Kapal itu saat ini diparkir di pelabuhan Tanjung Uban.

Menurut aparat, dari dokumen perjalanan kapal itu mempunyai tujuan Singapura dan Highseas. Para awak mengaku mereka kebingungan karena dilempar ke sana-kemari ketika meminta kejelasan kasus, padahal kontrak kerja mereka sudah selesai.


"Sebagian besar awak sudah menyelesaikan kontrak, dan ada yang sakit atau mempunyai urusan darurat di rumah mereka. Para awak sudah lelah secara fisik dan mental. Keluarga juga cemas tentang keadaan dan mengharapkan kepulangan kami," lanjut isi surat itu.
Menurut isi surat itu, seorang awak bernama Awadhesh Kumar Yadav, sempat dilarikan dan dirawat di rumah sakit di Batam sejak 2 Juli karena diabetes diidapnya kambuh.

"Dokter sudah menyatakan dia sakit dan harus segera dipulangkan untuk dirawat. Namun, aparat tidak mengizinkan kami pulang meski dengan alasan kesehatan," lanjut isi surat para awak.

Sampai berita ini dibuat CNNIndonesia.com belum berhasil memperoleh konfirmasi dari TNI AL maupun aparat hukum di Kepulauan Riau tentang masalah ini.

[Gambas:Video CNN] (ayp/ayp)