Banjir Bandang di Nepal Menewaskan 30 Orang

CNN Indonesia | Minggu, 14/07/2019 08:18 WIB
Banjir Bandang di Nepal Menewaskan 30 Orang Ilustrasi. Banjir di Distrik Saptari, Nepal. (REUTERS/Navesh Chitrakar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Banjir bandang dan tanah longsor di Nepal yang dipicu oleh hujan deras menewaskan 15 orang dan melukai 12 lainnya sementara 18 lainnya hilang, kata para pejabat setempat, pada Sabtu (13/7).

Kematian terakhir mencapai 30 jumlah orang yang tewas dalam hujan yang turun sejak Kamis (11/7) telah menggempur negara yang berada di antara China dan India ini.

Para pejabat mengatakan, Sungai Kosi di timur Nepal, yang mengalir ke negara bagian Bihar, timur India, telah naik di atas batas bahaya.



Kosi telah menjadi perhatian serius bagi India dan Nepal sejak sungai itu meluap pada 2008 dan berganti arah, menenggelamkan tanah dan mempengaruhi lebih dari 2 juta orang di Bihar. Sekitar 500 orang tewas dalam bencana tersebut.

Tiga puluh dari 56 pintu air di sepanjang Kosi di perbatasan Indo-Nepal telah dibuka, dan tim penyelamat dikerahkan untuk mengevakuasi penduduk desa, kata para pejabat.

Kantor cuaca mendesak warga untuk tetap waspada, mengatakan hujan lebat diperkirakan akan berlanjut hingga akhir pekan.

"Meskipun hujan telah mereda di beberapa daerah, orang harus tetap sangat berhati-hati karena ada kemungkinan hujan lebat hingga Minggu (14/7)," kata pejabat departemen cuaca Bibhuti Pokharel kepada Reuters.


Hujan deras tahunan, yang biasanya dimulai pada Juni dan berlanjut hingga September, sangat penting bagi Nepal, negara berpenduduk 30 juta orang, dan India.

Pasalnya kedua negara ini bergantung pada hujan tahunan untuk pertanian.

Tapi hujan membuat tanah longsor dan banjir sering terjadi, menewaskan puluhan orang setiap tahunnya.


[Gambas:Video CNN]
(REUTERS/ard)