Detektif Adrian Garcia mengatakan pelaku bernama Patrick Crusius mengakui aksi pembunuhan massal tersebut ketika ditangkap oleh pihak kepolisian.
Pelaku diketahui berusia 21 tahun dan telah didakwa dengan pembunuhan berencana dan ditahan tanpa surat jaminan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terdakwa menyatakan targetnya adalah orang Meksiko," kata Garcia seperti dilansir Reuters.
Crusius dituduh melakukan aksi penembakan dan pembunuhan terhadap 22 orang dan melukai 24 orang lainnya.
Sebuah manifesto yang muncul di internet mengungkap motivasinya melakukan penembakan yakni mengutuk invasi keturunan dan budaya Spanyol (Hispanik) di Amerika Serikat. Kebanyakan dari para korban meninggal diketahui memiliki nama-nama Hispanik.
Kandidat presiden dari Partai Demokrat menuduh Trump membuat sentimen nasionalis kulit putih rasis dengan anti-imigran semakin panas. Mereka mengatakan Trump telah menciptakan iklim politik yang kondusif bagi kekerasan berbasis kebencian.
[Gambas:Video CNN] (evn)