Dilansir dari AFP, ledakan itu terjadi saat para mahasiswa sedang menunggu untuk mengikuti ujian.
Juru bicara Kementerian Kesehatan Afghanistan, Wahid Mayar mengatakan 27 korban luka telah dilarikan ke rumah sakit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang saksi mata dan pejabat kementerian dalam negeri Afghanistan mengatakan sebuah kendaraan terbakar setelah ledakan terjadi.
Lihat juga:Trump Undang Muslim Uighur ke Gedung Putih |
Kelompok pemberontak diketahui kerap menempelkan bahan peledak di bawah kendaraan. Insiden bom tempel sudah biasa terjadi di wilayah Kabul.
Sementara itu, Faramarz Dirdaws selaku juru bicara kepolisian Kabul melaporkan tim kepolisian berhasil menjinakkan bom kedua yang diletakkan di dekat lokasi ledakan.
Hingga kini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan tersebut.
Akhir-akhir ini, hampir setiap hari pasukan keamanan Afghanistan menerima serangan dari kelompok militan Taliban. Serangan yang terus terjadi itu membuat publik bertanya terkait upaya perundingan antara Amerika Serikat dengan petinggi Taliban guna mengakhiri perang 18 tahun dengan Afghanistan.
[Gambas:Video CNN] (ajw/dea)