Aroma Balas Dendam di Balik Kebakaran Studio Animasi Jepang

CNN Indonesia | Sabtu, 20/07/2019 09:22 WIB
Aroma Balas Dendam di Balik Kebakaran Studio Animasi Jepang Kebakaran Studio Animasi di Jepang. (Kyodo/via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kebakaran salah satu studio animasi terbesar Jepang,  KyoAni, di Kyoto kemarin hingga kini tercatat telah menewaskan 33 orang.

Meski telah menangkap tersangka pembakar studio tersebut, kepolisian masih belum bisa menyimpulkan motif pelaku.


Kronologi kebakaran bermula ketika kantor pemadam kebakaran daerah menerima panggilan darurat sekitar pukul 10.30 waktu lokal pada Kamis (18/7).


Saksi mata menuturkan sempat terdengar serangkaian ledakan di sebuah bangunan milik perusahaan produksi animasi Kyoto Animation.

Kepolisian mengatakan seorang pria diyakini telah menyiram gedung dengan zat yang mudah terbakar. Api dilaporkan dengan cepat menelan tiga gedung lantai dan menjebak puluhan orang di dalamnya.


Saksi mata melaporkan kobaran api begitu dahsyat sehingga mereka bahkan tidak bisa mendekati bangunan ketika puluhan korban yang terjebak di dalam gedung putus asa untuk menyelamatkan diri.

Dilansir AFP, butuh berjam-jam sampai pemadam kebakaran bisa menjinakkan si jago merah.

Dari 33 korban tewas, kepolisian prefektur Kyoto menyebut 20 orang di antaranya wanita dan 12 lainnya laki-laki. Sementara itu, satu orang hingga kini belum teridentifikasi.

[Gambas:Video CNN]

Kepolisian Kyoto telah menangkap seorang pria yang diduga tersangka pembakar gedung. Media lokal memaparkan pria itu berusia 41 tahun dan bertempat tinggal di Saitama, utara Tokyo.

Menurut Reuters, pelaku diduga hendak bunuh diri dengan menyulut api di gedung itu tetapi berhasil ditangkap meski mengalami luka bakar.

Pelaku disebut sempat mengatakan "mati lah" sebelum menyalakan korek dan membakar gedung. Dia dikabarkan telah mengakui melakukan pembakaran itu, meski begitu motif kejahatannya belum terkonfirmasi.

Terduga pelaku itu dikabarkan menderita luka bakar serius dan sempat tidak sadarkan diri setelah ditahan. Otoritas kemudian membawanya ke rumah sakit setempat.

Media lokal menyebut pria tersebut bukan pegawai KyotoAni dan juga tidak berhubungan dengan studio produksi itu. Namun, sejumlah laporan mengatakan pelaku menuduh KyotoAni menjiplak karyanya hingga membuat dia sakit hati.


Kyoto Shimbun melaporkan pelaku mengaku kepada polisi jika dia membakar gedung tersebut karena perusahaan "mencuri novel-novelnya."

KyoAni sendiri didirikan sejak 38 tahun lalu dan kini memiliki 154 karyawan. Studio tersebut telah memproduksi sejumlah serial animasi termasuk "The Melancholy of Haruhi Suzumiya" dan "K-ON!". (rds/dea)