Bos Intelijen Taiwan Mundur Usai Kasus 9.800 Rokok Selundupan

CNN Indonesia | Rabu, 24/07/2019 05:16 WIB
Bos Intelijen Taiwan Mundur Usai Kasus 9.800 Rokok Selundupan Ilustrasi. (Nikita2706/Wikipedia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Intelijen Taiwan, Peng Sheng-chu, mengundurkan diri usai salah satu anak buahnya kedapatan berupaya menyelundupkan 9.800 pak rokok.

Kantor kepresidenan Taiwan menyatakan bahwa Peng mengajukan surat pengunduran dirinya pada Senin (22/7).
Pengunduran diri itu diajukan tak lama setelah Kantor Bea Cukai melaporkan bahwa seorang agen dari badan intelijen mencoba menyelundupkan rokok melalui jalur VIP.

Sejumlah media lokal melaporkan bahwa agen tersebut menjalankan aksinya saat ia mendampingi Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen, melakukan lawatan ke Karibia.


Setibanya di Bandara Taoyuan, agen itu menyuruh seorang petugas dari China Air Lines untuk membeli rokok di Duty Free dan menaruhnya di tempat penyimpanan bandara untuk menghindari pajak.
Aturan bea cukai di Taiwan sendiri membatasi pelancong membawa maksimal lima kotak rokok dan hanya satu di antaranya yang bisa bebas pajak.

Tsai Ing-wen pun mengaku "terkejut dan sangat marah" dan memerintahkan penyelidikan menyeluruh atas kasus ini.

"Kami akan melakukan refleksi dan peninjauan kembali untuk mencegah skandal semacam itu terulang kembali," kata Tsai seperti dilansir AFP. (has/has)