Wali Kota Pro China Maju Jadi Capres Taiwan

CNN Indonesia | Senin, 10/06/2019 22:14 WIB
Wali Kota Pro China Maju Jadi Capres Taiwan Ilustrasi warga Taiwan yang menolak bersatu dengan China. (REUTERS/Tyrone Siu)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wali Kota Kaohsiung Selatan, Han Kuo-yu, mengumumkan diri sebagai calon presiden dalam pemilihan umum Taiwan pada Januari 2020 mendatang, Senin (10/6). Han merupakan seorang politikus yang menginginkan Taiwan berhubungan lebih dekat dengan China.

Han, yang berhasil mengalahkan partai berkuasa dalam pemilihan wali kota tahun lalu, merupakan satu di antara lima politikus Partai Kuomintang (KMT) yang menyatakan ingin mencalonkan diri sebagai presiden dari partai oposisi tersebut.
Pencalonan Han cukup mengguncang daftar kandidat presiden dari Partai KMT yang sampai saat ini didominasi oleh miliarder Foxconn sekaligus orang terkaya di Taiwan, Tery Gou.

Gou dan Han dinilai sebagai dua kandidat terkuat dari KMT yang akan memutuskan calon presidennya di pemilu 2020 pada 16 Juli mendatang.


Han menjadi bintang politik KMT setelah berhasil mengalahkan dominasi partai berkuasa, Partai Progresif Demokratik (DPP), dalam pemilihan wali kota Kaohsiung pada November 2018.

Dilansir AFP, pendukung Han melihat pria 61 tahun itu sebagai politikus yang lihai berbicara. Han juga sempat mengambil langkah yang tidak biasa dengan bertemu dengan kepala Kantor Urusan Taiwan China dan pemimpin Hong Kong, Carrie Lam, pada Maret lalu.
Saat ini, di bawah pemerintahan Presiden Tsai Ing-wen, relasi Taiwan-China terus merenggang lantaran Taiwan terus berupaya memerdekakan diri dari China.

Sejak berkuasa, Tsai dan partainya, DPP, menolak mengakui bahwa Taiwan merupakan bagian dari "Satu China", kebijakan yang selama ini digaungkan pemerintahan Presiden Xi Jinping.

Sejak Tsai menjabat sebagai presiden pada 2017 lalu, Beijing memutus komunikasi resmi dengan Taiwan. China juga terus meningkatkan latihan militer di kawasan.

Beijing bahkan pernah berjanji tak segan mengerahkan pasukan dan persenjataan untuk membendung Taiwan jika wilayah yang dianggapnya sebagai pembangkang itu tetap ingin berdaulat.
China bahkan berupaya memboikot hubungan diplomatik Taiwan dengan negara-negara lain, dengan menekan setiap negara memutus relasi dengan Taipei jika ingin berhubungan dengan Beijing. (rds/ayp)