Belgia Alami Panas Tertinggi, Suhu Mencapai 41,8 Derajat

CNN Indonesia | Jumat, 26/07/2019 17:43 WIB
Belgia Alami Panas Tertinggi, Suhu Mencapai 41,8 Derajat Gelombang Panas di Eropa. (REUTERS/Jon Nazca)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ahli Meteorologi mencatat suhu panas di Belgia mencapai angka tertinggi yaitu menyentuh 41,8 derajat Celcius pada Kamis (25/7). Panas tersebut merupakan tertinggi sepanjang sejarah.

Dikutip dari AFP, kepala prakirawan di Royal Meteorological Institute David Dehenauw pada Jumat mengatakan suhu tinggi dirasakan di utara kota Begijnendijk.

Sementara di Luksemburg, suhu mencapai 40,8 derajat Celcius, lebih tinggi dari panas 2003 lalu.


Selain Belgia, gelombang panas masih terjadi di sejumlah negara Eropa, di antaranya Perancis, Jerman, dan Italia. Suhu di barat daya Perancis, menyentuh angka tertinggi sepanjang sejarah, yaitu 41,2 derajat Celcius.


[Gambas:Video CNN]

Hal ini juga dirasakan di barat Jerman, yaitu suhu mencapai hampir 41 derajat Celcius. Sementara itu di Roma, suhu mencapai 37 derajat Celcius. Suhu panas ini juga dikeluhkan oleh para pengguna angkutan umum.

Mengutip Accuweather, gelombang panas disebabkan oleh sistem badai di atas Samudra Atlantik yang menyebabkan tekanan tinggi di Eropa tengah dan timur dan angin dari Afrika.


Jerman, Perancis, Spanyol, dan negara-negara yang biasanya bersuhu sejuk seperti Swiss juga terdampak hawa gerah dari gelombang panas ini.

Bukan cuma Eropa, gelombang panas juga meniupkan suhu gerah ke seluruh dunia. Tercatat bulan Juni 2019 merupakan bulan terpanas di bumi.

Di Amerika Serikat, nyaris 150 juta orang mengalami gelombang panas. Panas dirasakan di New York, Philadelphia, dan Washington. Cuaca panas di ketiga negara bagian AS tersebut bahkan menyentuh 100 derajat Fahrenheit atau sekitar 38 derajat Celcius. (dea)