Ada 150 Juta Orang Alami Gelombang Panas di AS

CNN Indonesia | Minggu, 21/07/2019 10:40 WIB
Ada 150 Juta Orang Alami Gelombang Panas di AS Ilustrasi. (AP Photo/Mindaugas Kulbis).
Jakarta, CNN Indonesia -- Nyaris 150 juta orang mengalami gelombang panas di Amerika Serikat (AS), termasuk New York, Philadelphia, dan Washington. Cuaca panas di ketiga negara bagian AS tersebut bahkan menyentuh 100 derajat Fahrenheit atau sekitar 38 derajat Celcius.

Gelombang panas membentang dari daratan Midwestern ke pantai Atlantik. National Weather Service (NWS) menyebut nilai indek panas, yang menggabungkan efek panas dan kelembaban, mencapai 110 hingga 115 derajat Fahrenheit, terutama di bagian timur.

"Ini memperingatkan bahwa suhu dan kelembaban tinggi berbahaya dan dengan cepat dapat meningkatkan stress atau serangan panas," tutur NWS seperti dilansir dari AFP, Minggu (21/7).

Gelombang panas diperkirakan terus berlanjut hingga Minggu malam. Masyarakat diminta untuk tetap terhidrasi, waspada terhadap orang sakit dan orang tua, dan tak meninggalkan anak-anak atau hewan peliharaan mereka di dalam mobil tanpa terawasi.


Gelombang panas diketahui telah merenggut tiga nyawa, termasuk dua nyawa pada awal pekan lalu di timur Maryland.

Di Arkansas, mantan pemain NFL Mitch Petrus meninggal dunia setelah bekerja di luar di toko keluarganya. Korban berusia 32 tahun itu meninggal karena stroke akibat panas.

Di New York, Walikota Bill de Blasio merilis pernyataan darurat panas. Bahkan, kegiatan olahraga Triathlon dibatalkan untuk pertama kalinya sejak acara ini digelar rutin mulai 2001 silam.

Padahal, diperkirakan 4.000 peserta Triathlon telah menempuh perjalanan jauh untuk mengikuti lomba. Karenanya, panitia akan mengembalikan uang peserta secara penuh hingga sekitar US$399 per peserta.


Tidak cuma itu, OZY Fest, festival makanan, komedi, dan musik, yang akan berlangsung selama dua hari di Central Park juga terpaksa dibatalkan. Sementara, di Washington, konser musik jazz di luar ruangan National Gallery of Art juga terpaksa dibatalkan.

Di New York, 500 pusat pendingin untuk masyarakat sekitar dibuka. "Sabtu menjadi sangat, sangat buruk, sampai hari Minggu. Ini serius, hal serius," ujar de Blasio saat memperingati warganya.
[Gambas:Video CNN]
Suhu Tiga Digit

Philadelphia Inquirer mengatakan Philadelphia tampaknya mencetak rekor terpanas pada 20 Juli 2019, sejak 1930 silam.

Di Boston, tempat dinas cuaca menuturkan Sabtu dan Minggu akan menjadi pencetak gol terbanyak dalam hal gelombang panas. Karenanya, pejabat kota menggratiskan biaya masuk ke kolam renang umum.

Di ujung barat laut AS, suhu melonjak awal bulan ini di negara bagian Alaska, dengan kota terbesar Anchorage yang mencapai titik tertingginya di 90 derajat Fahrenheit.

Awal pekan ini, kantor Dinas Cuaca Nasional (NWS) di Midwestern Omaha menyebut Juni adalah bulan terpanas dalam rekor sejarah. Suhunya bahkan menyentuh hingga tiga digit.


(AFP/bir)