"Mereka (pemerintah Myanmar) masih belum sepakat untuk mengubah Hukum Kewarganegaraan 1982, yang kontroversial, untuk memberi hak kewarganegaraan buat Rohingya dan mereka ingin kami pulang sebagai migran baru atau pendatang baru," kata salah satu dari 35 perwakilan Rohingya yang ikut dalam dialog tersebut, dikutip dari Antara yang mengutip kantor berita Anadolu, Minggu (28/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tak ingin tanpa harapan. Tim delegasi Myanmar berkomitmen untuk mengadakan dialog dengan warga Rohingya di Bangladesh mengenai masalah yang menggantung setelah konsultasi dengan pemerintah mereka," kata Komisaris Pemulangan dan Bantuan Pengungsi di Bangladesh (RRRC) Abul Kalam Azad kepada Anadolu usai pembicaraan tersebut.
"Mereka akan meninggalkan Bangladesh menuju Myanmar hari ini dan membahas dengan para pemimpin mereka mengenai tuntutan Rohingya. Mereka akan datang lagi untuk melanjutkan dialog," ucapnya.
Namun, wakil Rohingya, tanpa memperoleh hak kewarganegaraan dan jaminan keamanan dengan kehadiran masyarakat internasional, tak satu pun dari mereka siap pulang ke negara itu.
[Gambas:Video CNN] (arh)