Negosiasi Soal Kewarganegaraan Rohingya Masih Buntu

Antara | CNN Indonesia
Minggu, 28 Jul 2019 23:46 WIB
Dua kali pembicaraan antara delegasi tingkat tinggi Myanmar dan wakil Rohingya masih berakhir dengan kebuntuan mengenai hak kewarganegaraan. Ilustrasi. (Reuters/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tahap kedua pembicaraan antara delegasi tingkat tinggi dari Myanmar dan wakil Rohingya di Bangladesh masih berakhir dengan kebuntuan mengenai hak kewarganegaraan.

"Mereka (pemerintah Myanmar) masih belum sepakat untuk mengubah Hukum Kewarganegaraan 1982, yang kontroversial, untuk memberi hak kewarganegaraan buat Rohingya dan mereka ingin kami pulang sebagai migran baru atau pendatang baru," kata salah satu dari 35 perwakilan Rohingya yang ikut dalam dialog tersebut, dikutip dari Antara yang mengutip kantor berita Anadolu, Minggu (28/7).

Delegasi Myanmar yang dipimpin oleh Sekretaris Permanen Urusan Luar Negerinya U Myint Thu dan wakil Rohingya itu diselenggarakan di Cox's Bazar, Bangladesh Selatan, sejak Sabtu (27/7).


Pada hari pertama, pertemuan selama 3 jam tersebut berakhir tanpa terobosan. Dialog kemudian dilanjutkan pada Minggu (28/7) selama 3,5 jam, tapi tak ada kesepakatan yang dapat dicapai mengenai hak kewarganegaraan.

"Kami tak ingin tanpa harapan. Tim delegasi Myanmar berkomitmen untuk mengadakan dialog dengan warga Rohingya di Bangladesh mengenai masalah yang menggantung setelah konsultasi dengan pemerintah mereka," kata Komisaris Pemulangan dan Bantuan Pengungsi di Bangladesh (RRRC) Abul Kalam Azad kepada Anadolu usai pembicaraan tersebut.

Ia menambahkan delegasi itu mencatat semua tuntutan Rohingya dalam pertemuan tersebut.

"Mereka akan meninggalkan Bangladesh menuju Myanmar hari ini dan membahas dengan para pemimpin mereka mengenai tuntutan Rohingya. Mereka akan datang lagi untuk melanjutkan dialog," ucapnya.

Namun, wakil Rohingya, tanpa memperoleh hak kewarganegaraan dan jaminan keamanan dengan kehadiran masyarakat internasional, tak satu pun dari mereka siap pulang ke negara itu.

[Gambas:Video CNN] (arh/arh)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER