KILAS INTERNASIONAL

Korut Kembali Luncurkan Rudal Hingga Anak Osama bin Laden

CNN Indonesia | Kamis, 01/08/2019 08:18 WIB
Korut Kembali Luncurkan Rudal Hingga Anak Osama bin Laden Ilustrasi pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, saat mengawasi peluncuran rudal. (REUTERS/KCNA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah peristiwa terjadi di berbagai negara pada Selasa (30/7) kemarin. Mulai dari Korea Utara kembali luncurkan rudal hingga anak mendiang Osama bin Laden dilaporkan tewas. Semua dirangkum CNNIndonesia.com dalam kilas internasional.


1. Korut Kembali Luncurkan Roket, Korsel Siaga

Angkatan bersenjata Korea Utara dilaporkan kembali meluncurkan sejumlah roket pada Rabu (31/7) kemarin. Namun, menurut pengamatan militer Korea Selatan, mereka tidak bisa mengenali jenis roket yang diluncurkan itu.


Seperti dilansir Reuters, sejumlah roket itu diluncurkan dari Semenanjung Hodo di pantai timur Korea Utara. Lokasi itu juga digunakan Korut untuk uji rudal balistik jarak pendek pada pekan lalu.

[Gambas:Video CNN]

Militer Korsel menyatakan mereka terus mengamati pergerakan Korut, dan tetap dalam keadaan siaga.

Pada 25 Juni lalu, Korut menyatakan mereka menguji dua rudal balistik jenis baru yang terbang sejauh 690 kilometer sebelum jatuh ke laut.

Menurut Korut, uji persenjataan itu untuk memperingatkan Korsel supaya mengurungkan niat menggelar latihan perang dengan Amerika Serikat. Korut juga dilaporkan tengah membangun kapal selam yang diduga bisa meluncurkan rudal balistik.


2. Puluhan Demonstran Hong Kong Mulai Diadili

Pengadilan Hong Kong kemarin, Rabu (31/7), mulai menyidangkan 44 orang demonstran yang ditangkap dalam unjuk rasa yang berakhir bentrok sepanjang akhir pekan lalu. Mereka didakwa dengan delik menghasut kerusuhan dan terancam hukuman penjara maksimal selama 10 tahun.

Dalam surat dakwaan, jaksa penuntut umum menyatakan 44 demonstran itu menutup jalan dengan memasang payung, batang kayu, batang bambu, serta pagar besi. Mereka juga membongkar bata di jalur pedestrian, menghancurkan pagar pembatas jalan, merusak rambu lalu lintas serta lampu jalan, dan menyerang polisi dengan batu bata dan batang logam yang ditajamkan.

[Gambas:Video CNN]

Dalam sidang, seorang lelaki berusia 33 tahun didakwa menyerang anggota polisi. Sedangkan lelaki lainnya berusia 24 tahun didakwa membawa senjata berbahaya, seperti dilansir Reuters.

Di luar gedung pengadilan, sejumlah pengunjuk rasa berkumpul untuk memberikan dukungan terhadap rekan-rekan mereka yang menjalani persidangan, sambil meneriakkan slogan-slogan. Padahal kondisi cuaca setempat sempat hujan deras dan diterpa angin kencang.


3. Perempuan WNI Pengikut ISIS Tewas Dianiaya di Suriah

Seorang perempuan warga Indonesia pengikut ISIS bernama "Sodermini" atau Sudarmini dilaporkan meninggal usai dianiaya di kamp pengungsi Al-Hol, Suriah, yang dikendalikan oleh kelompok Kurdi. Dia dilaporkan tengah mengandung enam bulan.

Kementerian Luar Negeri menyatakan sedang meminta Kedutaan Besar RI di Damaskus mencari tahu soal kabar itu.

"Pemerintah, khususnya melalui KBRI Damaskus tengah berupaya memverifikasi kebenaran informasi, adanya perempuan yang diberitakan berkewarganegaraan Indonesia meninggal di kamp Suriah," ucap pelaksana tugas juru bicara Kemlu RI, Teuku Faizasyah, saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com pada Rabu (31/7) kemarin.

[Gambas:Video CNN]

Sudarmini dilaporkan meninggal akibat kekerasan. Memar dilaporkan ditemukan di sekujur tubuh wanita tersebut.

Ayah Sodermini dilaporkan bernama Sardi dan ibunya bernama Nasia. Sodermini diketahui berusia sekitar 30 tahunan dan telah memiliki tiga anak.


4. Intelijen AS Sebut Putra Osama bin Laden Telah Meninggal

Intelijen Amerika Serikat menerima informasi bahwa Hamza, putra pendiri Al-Qaeda, Osama bin Laden, telah meninggal. Tiga pejabat intelejen AS telah mengkonfirmasi bahwa mereka memiliki informasi tentang kematian Hamza bin Laden.

Sayang, mereka tidak mau memberikan rincian lebih rinci mengenai tanggal atau tempat Hamzah meninggal, Mereka juga tidak menunjukkan apakah telah mengkonfirmasi informasi tersebut.

Hamzah bin Laden dijuluki "putra mahkota". Kementerian Luar Negeri AS menyatakan Hamzah memang disiapkan menjadi pewaris kepemimpinan Al-Qaeda.

[Gambas:Video CNN]

Pernyataan mereka buat berdasarkan dokumen yang disita dalam penggerebekan di rumah ayahnya di Abbottabad. Dalam sebuah pesan audio dan video yang dikeluarkan beberapa waktu lalu, Hamzah menyerukan serangan ke Amerika Serikat dan negara-negara lain.

Seruan serangan disampaikan untuk membalas pembunuhan ayahnya oleh pasukan AS di Pakistan pada Mei 2011 lalu. (ayp/ayp)