FOTO: Nostalgia Perbudakan dari Pelosok Ghana

Reuters, CNN Indonesia | Jumat, 02/08/2019 18:02 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Ghana memperingati 400 tahun perbudakan penduduknya yang dibawa ke Amerika Serikat dan Eropa.

Ghana memperingati 400 tahun praktik perbudakan oleh orang-orang Barat yang membawa mereka ke Amerika Utara saat masih menjadi koloni Inggris. (REUTERS/Siphiwe Sibeko)
Sejumlah keluarga di Ghana sengaja mempertahankan salah satu nama buyut mereka yang dibawa untuk menjadi budak di Amerika dan Eropa melalui Samudera Atlantik. (REUTERS/Siphiwe Sibeko)
Pengusaha Eropa mengirim jutaan warga Afrika terdiri dari lelaki, perempuan bahkan anak-anak untuk dipekerjakan di perkebunan. (REUTERS/Siphiwe Sibeko)
Para pengusaha dari Eropa masa lampau mendapat untung besar dari bisnis perbudakan. Banyak dari budak asal Afrika mati saat di kapal tak diberi makanan. Lainnya tewas karena bekerja terlampau berat. (REUTERS/Siphiwe Sibeko)
Desa Adidwan di pelosok Ghana menjadi saksi bisu penderitaan warga setempat di tangan sindikat perbudakan masa lalu. (REUTERS/Siphiwe Sibeko)
Para pemburu budak kerap menyerang sebuah kampung di Ghana dan menculik seluruh warganya. Prajurit setempat berusaha melawan, tetapi tidak jarang mereka kalah dan ikut dibawa ke Amerika dan Eropa. (REUTERS/Siphiwe Sibeko)
Para budak asal Ghana di masa lalu harus menempuh ratusan kilometer usai diculik untuk kemudian disekap di benteng para sindikat perbudakan. Dari sana mereka dibawa ke Amerika dan Eropa menggunakan kapal. (REUTERS/Siphiwe Sibeko)
Kisah-kisah soal perbudakan masih diceritakan secara turun-temurun di Ghana. Mereka meyakini orang-orang kulit putih memperbudak warga kulit hitam karena kekuatan fisik mereka. (REUTERS/Siphiwe Sibeko)
Di sisi lain, Kerajaan Ashanti di Ghana juga turut mengambil untung dari perdagangan budak, untuk ditukar dengan produk-produk dari Barat. (REUTERS/Siphiwe Sibeko)
Warga Ghana saat ini meyakini nenek moyang mereka yang turut membangun peradaban Amerika Serikat dan Eropa. (REUTERS/Siphiwe Sibeko)