Korut Tembakkan Dua Proyektil Tak Dikenal

CNN Indonesia | Selasa, 06/08/2019 07:55 WIB
Korut Tembakkan Dua Proyektil Tak Dikenal Ilustrasi. (AFP Photo/Jung Yeon-je)
Jakarta, CNN Indonesia -- Korea Utara dilaporkan menembakkan dua proyektil tak dikenal dari Hwanghae Timur pada Selasa (6/8).

Kepala Staf Gabungan Korea Selatan melaporkan bahwa kedua proyektil itu ditembakkan ke arah laut pada pagi hari.

Proyektil ini bukan amunisi canggih pertama yang dilontarkan Korut dalam beberapa bulan belakangan.


Sebelumnya, Korut juga menembakkan sejumlah peluru kendali yang memicu peningkatan ketegangan di kawasan, membuat sejumlah pihak khawatir akan kelanjutan negosiasi denuklirisasi.
Korut sendiri tetap membuka pintu negosiasi perlucutan senjata nuklir dengan Amerika Serikat yang sampai saat ini masih mandek.

Namun, Korut mengancam bakal terus melakukan uji coba nuklir jika AS dan Korsel tak menghentikan latihan militer gabungan.

Tekad mereka kian kuat setelah melihat perkembangan belakangan ini, mulai dari pengiriman jet tempur F-35A ke Korsel, kunjungan kapal perang bersenjata nuklir ke pelabuhan Seoul, hingga uji coba rudal balistik oleh Washington.
"AS dan Korsel terus bicara soal dialog. Namun, ketika mereka tak membicarakannya, mereka meruncingkan pedang untuk melukai kami," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Korut kepada kantor berita KCNA.

Menurut Korut, perundingan denuklirisasi tak dapat berjalan beriringan dengan latihan militer. Selama ini, Korut menganggap latihan gabungan AS-Korsel tersebut sebagai upaya untuk menginvasi negaranya.

Setelah pertemuan pertama Kim Jong-un dan Presiden Donald Trump di Singapura tahun lalu, AS sempat menghentikan latihan militer dengan Korsel agar perundingan berjalan mulus.

[Gambas:Video CNN]

Meski demikian, sejak pertemuan pertama itu, hubungan AS dan Korut terus mengalami pasang surut. Relasi kian terpuruk setelah pertemuan kedua Kim dan Trump di Hanoi berakhir tanpa kesepakatan apa pun.

Di tengah ketidakpastian tersebut, Trump tetap ingin menghidupkan perundingan. Ia pun mengajak Kim bertemu di perbatasan Korsel dan Korut pada akhir Juni lalu.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin sepakat melanjutkan perundingan denuklirisasi. Namun kemudian, AS tetap menggelar latihan gabungan dengan Korsel. (has/has)