Beda Jurus RI dan Negara Lain Tangani Pemadaman Listrik

CNN Indonesia | Selasa, 06/08/2019 07:17 WIB
Beda Jurus RI dan Negara Lain Tangani Pemadaman Listrik Ilustrasi pemadaman listrik. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) berencana merogoh kocek sekitar Rp840 miliar untuk memberi ganti rugi kepada pelanggan, yang terdampak pemadaman listrik selama kurang lebih 10-12 jam di sebagian wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah selama akhir pekan lalu. Biaya sebesar itu ditaksir dari perhitungan total warga terdampak pemadaman yang diperkirakan mencapai 21,9 juta pelanggan.

Kompensasi itu dilaporkan tidak akan disalurkan dalam bentuk uang, melainkan pemotongan biaya tagihan listrik yang akan diakumulasikan di masa pembayaran berikutnya. Jumlah itu masih bisa berubah sebelum PLN menetapkan finalisasi perhitungan kerugian.

Indonesia bukan satu-satunya negara yang mengalami pemadaman listrik besar-besaran. Sejumlah negara seperti India, Taiwan, Australia, bahkan Amerika Serikat juga pernah mengalami hal serupa.


Pada Agustus 2017 lalu, kerusakan struktural dan kesalahan manusia pada pembangkit listrik negara menyebabkan pemadaman listrik di hampir seluruh wilayah Taiwan selama lima jam. Pemadaman itu berdampak terhadap 151 perusahaan industri dan jutaan rumah tangga lainnya, dengan kerugian mencapai US$3 juta dolar.
Sebagai ganti rugi, otoritas Taiwan menetapkan potongan tagihan listrik satu hari bagi setiap rumah tangga. Kebijakan itu menyebabkan perusahaan listrik negara, Taiwan Power Co, merugi Rp122 miliar.

Selain Taiwan, Amerika Serikat juga mengalami hal serupa. Salah satu kota tersibuk di dunia, New York, tepatnya wilayah Manhattan, mengalami pemadaman listrik total selama enam jam pada 14 Juli lalu.

Sebanyak 72 ribu warga terdampak pemadaman listrik yang disebabkan oleh sejumlah kabel pembangkit listrik yang terbakar. Insiden itu menyebabkan aktivitas bisnis, transportasi, dan hiburan terputus.

Layanan transportasi kereta bawah tanah terhenti. Sejumlah pertunjukan teater Broadway hingga konser juga terpaksa dibatalkan.
Hingga kini, otoritas berwenang belum meminta pertanggungjawaban terkait pemadaman listrik tersebut kepada perusahaan penyedia jasa energi, Con Edison. Namun, otoritas AS sebelumnya pernah memberi penalti perusahaan energi terbesar di Negeri Paman Sam itu terkait pemadaman listrik di masa lalu.

Sementara itu, India pernah mengalami pemadaman listrik terburuk dalam sejarah pada 30 dan 31 Juli 2012. Insiden itu menyebabkan sekitar 700 juta orang, termasuk di Ibu Kota New Delhi, hidup tanpa energi listrik selama 10 jam masing-masing pada 30 Juli dan 31 Juli.

Ada dua versi penyebab pemadaman. Menteri Dalam Negeri India saat itu, Sushilkumar Shinde, mengatakan pemadaman terjadi karena kerusakan jaringan listrik di utara Kota Agra. Sementara itu, sejumlah pejabat mengatakan penggunaan listrik yang berlebih di sejumlah negara bagian di utara India mungkin menjadi penyebab pemadaman tersebut.

[Gambas:Video CNN]

India tidak memberikan kompensasi apa-apa kepada warga terkait pemadaman listrik ini. Namun, dikutip New York Times pejabat India dilaporkan memberi penalti bagi setiap pemerintah negara bagian yang kedapatan menggunakan energi listrik berlebih. (rds/ayp)