Singapura Pantau Karhutla Indonesia, Waspada Kabut Asap

CNN Indonesia | Selasa, 06/08/2019 18:52 WIB
Singapura Pantau Karhutla Indonesia, Waspada Kabut Asap Ilustrasi kabut asap akibat kebakaran lahan di Indonesia. (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia membuat pemerintah Singapura mulai waspada. Badan meteorologi Singapura (NEA) menerbitkan peringatan bakal diterpa kabut asap dalam beberapa hari ke depan pada pekan ini.

Seperti dilansir The Straits Times, Selasa (6/8), NEA menyatakan mereka saat ini terus memantau jumlah titik api di Sumatera dan Kalimantan serta arah angin. Mereka khawatir angin bakal bertiup ke arah tenggara dan selatan dan akan membawa kabut asap.
Kondisi cuaca di Singapura saat ini kerap diguyur hujan ringan pada sore hari. Mereka akan memantau selama 24 jam Indeks Standar Polusi (ISP) untuk menentukan apakah udara Singapura berbahaya karena kabut asap atau tidak.

"Dari pantauan kualitas udara saat ini, seluruh penduduk masih bisa beraktivitas normal," kata NEA.


Badan Meteorologi Malaysia sudah lebih dulu menerbitkan peringatan supaya penduduk di pantai barat semenanjung dan Negara Bagian Sarawak bersiap menghadapi kabut asap. Kondisi itu disebabkan oleh meluasnya titik api dan wilayah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Sumatera.
Kementerian Kesehatan Malaysia juga menerbitkan imbauan supaya penduduk mengurangi kegiatan di luar ruang. Direktur Jenderal Kesehatan Kemenkes Malaysia, dr. Noor Hisham Abdullah, menyatakan kegiatan di luar ruangan bakal memicu pernapasan bekerja lebih keras dan menyebabkan metabolisme tubuh meningkat, sehingga mudah terjangkit penyakit yang dipicu kabut asap dan cuaca panas.

Dia meminta penduduk mengenakan masker dan payung atau topi jika harus berkegiatan di luar ruangan. Hisham meminta penduduk memperbanyak minum air putih.

[Gambas:Video CNN] (ayp/ayp)