KJRI Shanghai Pastikan Tak Ada WNI Jadi Korban Topan Lekima

Antara, CNN Indonesia | Minggu, 11/08/2019 21:54 WIB
KJRI Shanghai Pastikan Tak Ada WNI Jadi Korban Topan Lekima Ilustrasi (Kyodo/via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Konsulat Jenderal RI di Shanghai memastikan tidak ada warga negara Indonesia yang menjadi korban topan Lekima yang menerjang wilayah timur China.

"Sampai hari ini belum ada laporan mengenai warga kita yang menjadi korban bencana alam topan," kata Kanselari KJRI Shanghai Muhammad Arifin kepada Antara di Beijing, Minggu (11/8).

Lekima yang merupakan topan dengan tingkat bahaya delapan dan terkuat pada tahun ini. Badai itu mendarat di Provinsi Zhejiang dengan kecepatan 187 kilometer per jam pada Sabtu (10/8) pukul 01.45 waktu setempat (00.45 WIB) seperti dilaporkan Xinhua. Topan Lekima juga menyebabkan tanah longsor di China.


Badai ini telah menimbulkan 30 korban jiwa dan 22 orang masih dinyatakan hilang. Selain itu, sekitar 253.000 orang dievakuasi ke tempat aman.

Para korban tewas kebanyakan berada di wilayah administrasi Kota Wenzhou. Sebanyak 18 warga lainnya belum diketahui nasibnya.

Pihak Pemerintah Provinsi Zhejiang menyebutkan bahwa 1,08 juta warga dievakuasi ke tempat aman. Banjir dan tanah longsor yang dipicu Lekima telah menyebabkan 5 juta warga terkena dampaknya.

Pihak KJRI hingga saat ini terus memantau perkembangan atas bencana alam yang melanda sebagian besar wilayah timur daratan Tiongkok itu.

Sedikitnya 173.000 hektare lahan pertanian dan 34.000 unit rumah rusak berat sehingga menyebabkan kerugian material hingga mencapai 14,57 miliar RMB.

Pusat Meteorologi Nasional China (NMC) mengingatkan warga untuk mewaspadai topan tersebut yang diperkirakan akan mendarat di Provinsi Shandong pada Minggu malam. Sebanyak 47 jadwal penerbangan dari dan menuju Shandong terpaksa mengalami perubahan. (eks)