Penembak Masjid Norwegia Diduga Penganut Ekstrem Kanan

CNN Indonesia | Senin, 12/08/2019 20:09 WIB
Penembak Masjid Norwegia Diduga Penganut Ekstrem Kanan Ilustrasi lokasi penembakan di Masjid Al-Noor, di Baerum, Norwegia. (REUTERS/Lefteris Karagiannopoulos)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelaku penembakan di pusat kajian Islam merangkap masjid Al Noor di Baerum, Norwegia diduga terpengaruh dengan beberapa aksi teror serupa, yang pelakunya menganut ideologi ekstrem kanan, di negara lain. Menurut polisi, pelaku yang merupakan seorang lelaki, Philip Manshaus (21), sempat menyinggung pelaku insiden teror masjid di Selandia Baru.

Seperti dilansir The Guardian, Senin (12/8), sebelum beraksi, Manshaus sempat mengunggah pernyataan di internet. Dia menyinggung nama pelaku penembakan di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, Brenton Harrison Tarrant.
"Waktu saya sudah tiba, saya dipilih oleh Saint (Brenton) Tarrant. Kita tidak bisa membiarkan hal ini berlanjut, kamu harus menghadapi perang antar ras di kehidupan nyata. Ini sangat menyenangkan," demikian isi pernyataan Manshaus.

Dalam manifesto yang diunggah secara daring, Tarrant menyatakan aksinya dilakukan untuk menyelesaikan masalah dengan umat Islam. Sedangkan pelaku penembakan Patrick Crusius di El Paso, Texas, yang menewaskan 22 orang menyatakan dia melakukan perbuatannya untuk melawan 'serbuan etnis Hispanik'.


Hal ini dikhawatirkan menjadi pemicu penganut ideologi ekstrem kanan dan ultra-nasionalis untuk melakukan tindakan serupa.
Penembakan bermula ketika Manshaus yang mengenakan rompi antipeluru merangsek masuk ke masjid dengan memecahkan kaca. Dia lantas sempat melepaskan sejumlah tembakan, tetapi berhasil dijegal dan dijatuhkan oleh jemaah masjid.

Kepolisian Norwegia menerima laporan penembakan sekitar pukul 16.00 waktu lokal.

Pimpinan masjid, Irfan Mushtaq, menggambarkan sang pelaku sebagai pria muda kulit putih dengan mengenakan pakaian hitam, rompi peluru, dan helm.

Insiden di Masjid Al-Noor ini bukan serangan ekstremis pertama yang terjadi di Norwegia.
Pada Juli 2011 lalu, bom mobil dan penembakan yang terjadi di Oslo serta Utoya menewaskan 92 orang. Kedua aksi teror yang menyasar komunitas Muslim dan kaum pendatang di Eropa itu dilakukan oleh ekstremis kanan, Anders Behring Breivik. (ayp)