Rusia Akui 5 Ilmuwan Tewas Saat Uji 'Senjata Nuklir Baru'

AFP, CNN Indonesia | Selasa, 13/08/2019 05:40 WIB
Rusia Akui 5 Ilmuwan Tewas Saat Uji 'Senjata Nuklir Baru' Ilustrasi roket. ((ARUN SANKAR / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan nuklir Rusia, Rosatom State Atomic Energy Corporation, mengonfirmasi lima ilmuwan tewas pada pekan lalu saat terjadi insiden di fasilitas militer di Artika di pantai Laut Putih, area utara Rusia.

Rosatom menguraikan insiden terjadi pada Kamis (8/8), ketika pengetesan 'senjata baru' di platform lepas pantai di wilayah Arkhangelsk. Bahan bakar dikatakan meledak dan melemparkan pekerja ke laut.

Ledakan itu terdeteksi meningkatkan level radiasi. Kota dekat insiden, Severodvinsk, merekam peningkatan level radiasi setelah insiden dan disebut memicu kepanikan warga segera membeli yodium buat menangkal radiasi.


Pemerintah Rusia menyatakan pada Sabtu (10/8) kejadian itu merupakan sebuah situasi alamiah nuklir.

Pada Senin (12/8), Rosatom mengakui kehilangan lima ilmuwan atas insiden itu dan menggelar acara peringatan di kota tertutup Sarov di area Nizhny Novgorod, 500 km timur Moksow.

"Hal terbaik untuk mengingat mereka dengan melanjutkan pekerjaan pada senjata baru. Kami sedang memenuhi tugas dari ibu pertiwi, keamanannya akan terjamin," kata Kepala Rosatom Alexei Likhachev.

Saat Perang Dingin, Sarov merupakan kota rahasia yang dikenal dengan nama Arzamas-16. Kota ini memproduksi senjata nuklir pertama Uni Soviet. Hingga sekarang Sarov hanya bisa diakses bila diizinkan pemerintah.

Kelima ilmuwan yang tewas dijelaskan sedang meneliti 'senjata baru'. AFP mengabarkan, menurut ahli dari Amerika Serikat, insiden itu bisa jadi berkaitan dengan pengujian misil 'Burevestnik' yang sempat disinggung Presiden Rusia Vladimir Putin pada awal tahun ini. (fea)