Indonesia Pilih Bersikap Netral Terkait Konflik Kashmir

CNN Indonesia | Rabu, 14/08/2019 13:55 WIB
Indonesia Pilih Bersikap Netral Terkait Konflik Kashmir Ilustrasi pemblokiran jalan di kawasan Kashmir oleh polisi India. (REUTERS/Mukesh Gupta)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Indonesia nampaknya tetap memilih bersikap netral terhadap konflik di kawasan Kashmir yang melibatkan India dan Pakistan. Kemarin Pakistan membujuk Indonesia untuk membantu menekan India di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencabut status keistimewaan Kashmir.

"Baik terhadap India maupun Pakistan, Indonesia terus mendorong agar keduanya dapat mendahulukan penyelesaian masalah melalui dialog bilateral," tulis Pelaksana Tugas Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah, kepada CNNIndonesia.com melalui pesan WhatsApp, Rabu (14/8).
Pertikaian antara Pakistan dan India sempat memanas pada tahun lalu. Hal itu terjadi setelah Pakistan menuduh India menjatuhkan bom di kawasan Kashmir yang mereka kuasai.

Alhasil, Pakistan menggelar serangan balasan dan menjatuhkan satu jet tempur India. Mereka bahkan sempat menahan sang pilot, tetapi kemudian dipulangkan.


"Indonesia juga terus mengimbau agar kedua negara dapat menahan diri," kata Faizasyah.

Menteri Luar Negeri Pakistan, Shah Mahmood Qureshi, mengatakan dia berencana mendekati Indonesia dan Polandia yang kini menjadi anggota tidak tetap DK PBB untuk mendukung Islamabad membawa isu Kashmir ke dewan tersebut.

Selain Indonesia dan Polandia, Qureshi menuturkan Pakistan juga membutuhkan bantuan China sebagai anggota tetap DK PBB terkait hal ini.
Hubungan Pakistan dan India kembali memanas setelah New Delhi mencabut status istimewa Kashmir.

Status istimewa yang telah diterapkan selama tujuh dekade itu memberikan kewenangan pemerintah otonomi Kashmir untuk membuat aturan hukum secara mandiri. Namun, Perdana Menteri Narendra Modi memutuskan mencabut status itu setelah bentrok kembali pecah di perbatasan India-Pakistan di Kashmir, hingga menewaskan empat aparat India dan tiga militan pada akhir Juli lalu.

India bahkan menetapkan jam malam dan membatasi pergerakan warga di Kashmir. Akses internet dan telepon juga dibatasi di wilayah itu.

Pakistan mengecam pencabutan status otonomi Kashmir tersebut. Islamabad bahkan mengancam akan mengusir duta besar India di Pakistan dan menarik perwakilan tertingginya di New Delhi terkait hal ini.

Hubungan India dan Pakistan selalu terganjal konflik di Kashmir. Sejak merdeka dari Inggris pada 1947, Kashmir dibagi dua menjadi wilayah untuk India dan Pakistan. Kedua negara kemudian bertarung untuk memperebutkan keseluruhan wilayah Kashmir.

[Gambas:Video CNN]

India dan Pakistan tercatat telah berperang sebanyak dua kali memperebutkan wilayah Kashmir, yakni pada Perang India-Pakistan pada 1947 dan pada 1999 dalam Perang Kargil. Masing-masing juga menyimpan lebih dari seratus hulu ledak nuklir.

Karena pertikaian itu, India memutuskan menempatkan sekitar 500 ribu pasukan di wilayah Kashmir. (ayp/ayp)