Inggris Bebaskan Tanker Iran yang Ditahan di Gibraltar

CNN Indonesia | Jumat, 16/08/2019 09:00 WIB
Inggris Bebaskan Tanker Iran yang Ditahan di Gibraltar Kapal super tanker milik Iran, Grace 1. (REUTERS/Jon Nazca)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Ekstrateritorial Inggris di Gibraltar memutuskan melepas kapal super tanker milik Iran, Grace 1, yang sempat ditahan karena hendak mengirim minyak ke Suriah. Amerika Sempat bernegosiasi dengan Inggris selama 11 jam supaya mengurungkan niatnya tetapi gagal.

Seperti dilansir CNN, Jumat (16/8), Mahkamah Agung Gibraltar menyatakan mereka menyetujui pembebasan kapal tanker itu, yang ditahan sejak 4 Juli lalu. Pemerintah Gibraltar menyatakan mereka memang tidak berniat memperpanjang masa penahanan.
Pemerintah Gibraltar menyatakan mereka sudah menerima jaminan dari Iran dan pemilik minyak itu mereka tidak akan menuju Suriah. Sebab hal itu akan melanggar sanksi yang ditetapkan oleh Uni Eropa.

"Pemerintah Gibraltar bersikap sangat hati-hati dalam menahan Grace 1. Pada Juli lalu kami mempunyai bukti kapal itu akan membawa muatan ke Suriah," kata Kepala Pemerintahan Gibraltar, Fabian Picardo.


"Dari bukti yang kami temukan di kapal itu ternyata menguatkan dugaan kami. Kami membebaskan kapal itu , setelah kami mendapat jaminan mereka tidak akan menuju Suriah," tambah Picardo.

Pemerintah AS sempat ikut campur sebelum keputusan itu diambil. Dalam sidang yang digelar Kamis (15/8) pagi waktu setempat, Kuasa Hukum Jaksa Agung Gibraltar Joseph Triay menyatakan Kementerian Hukum AS mengajukan perpanjangan masa penahanan Grace 1, tanpa memberikan alasan jelas.
Picardo menyatakan mereka sudah menunggu hingga sore supaya AS memberikan alasan penangguhan pembebasan. Namun, sampai batas waktu yang ditentukan mereka tidak menyampaikan apapun, dan kapal itu akhirnya dibebaskan.

Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, mengecam sikap AS yang mencoba menghalangi pembebasan kapal tanker mereka. Bahkan dia menyatakan hal itu sebagai 'upaya pembajakan.'

Iran juga masih menahan kapal tanker berbendera Inggris, Stena Impero, saat melintas di Selat Hormuz. Mereka menganggap kapal itu melanggar aturan pelayaran dunia.

[Gambas:Video CNN]

Juru bicara pemilik kapal Stena Impero menyatakan situasi mereka sangat berbeda ketimbang insiden Grace 1. Namun, dia berharap hal ini sebagai pertanda baik supaya kapalnya juga segera dibebaskan. (ayp/ayp)